SEDEKAH TERBAIK ADALAH DARI ORANG YANG SEDIKIT HARTANYA

SEDEKAH TERBAIK ADALAH DARI ORANG YANG SEDIKIT HARTANYA

📚 SEDEKAH TERBAIK ADALAH DARI ORANG YANG SEDIKIT HARTANYA 📚

🖋️ Muhammad Rivan, M.Pd

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ :
قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ ؟
قَالَ : جُهْدُ الْمُقِلِّ ، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ


Dari Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata: Dikatakan kepada Rasulullah ﷺ: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama?” Beliau menjawab: “Sedekah dari orang yang sedikit hartanya (namun ia bersungguh-sungguh bersedekah), dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu.” (HR. Ahmad No. 8712, Abu Dawud No. 1677. Dishahihkan oleh Ibnu Hibban No. 3347 dan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 1/407)

📖 PENJELASAN UMUM HADIS

Hadis ini menjelaskan bahwa

sedekah yang paling utama bukan dilihat dari jumlahnya, tetapi dari pengorbanan dan keikhlasan orang yang memberi.

Seseorang yang hartanya sedikit tetapi ia tetap bersedekah dari hartanya yang terbatas, itu menunjukkan:

Keikhlasan yang besar

Keimanan yang kuat

Tawakal kepada Allah

Karena orang tersebut sebenarnya masih membutuhkan hartanya, namun ia tetap mendahulukan keridhaan Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dari sifat kikir dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS Al-Hasyr: 9)

Namun Rasulullah ﷺ juga memberikan kaidah penting dalam sedekah, yaitu:

Mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu.

Artinya:

diri sendiri

istri

anak-anak

keluarga yang menjadi tanggungan

Maka tidak boleh seseorang bersedekah kepada orang lain tetapi menelantarkan keluarganya sendiri.

📜 PENJELASAN PARA ULAMA

1. Penjelasan Imam Ash-Shan‘ani

Imam Muhammad bin Ismail Ash-Shan‘ani berkata dalam kitab Subulus Salam (3/261):

الْجُهْدُ هُوَ الْوُسْعُ وَالطَّاقَةُ، وَبِالْفَتْحِ الْمَشَقَّةُ، وَقِيلَ: الْمُبَالَغَةُ وَالْغَايَةُ، وَقِيلَ: هُمَا لُغَتَانِ بِمَعْنًى.

قَالَ فِي النِّهَايَةِ: أَيْ قَدْرُ مَا يَحْتَمِلُهُ الْقَلِيلُ مِنَ الْمَالِ.

وَهَذَا بِمَعْنَى حَدِيثِ: سَبَقَ دِرْهَمٌ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ

رَجُلٌ لَهُ دِرْهَمَانِ أَخَذَ أَحَدَهُمَا فَتَصَدَّقَ بِهِ،
وَرَجُلٌ لَهُ مَالٌ كَثِيرٌ فَأَخَذَ مِنْ عَرْضِهِ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ فَتَصَدَّقَ بِهَا.

وَالْجَمْعُ بَيْنَ قَوْلِهِ ﷺ: خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى

وَقَوْلِهِ:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ جُهْدُ الْمُقِلِّ أَنَّهُ يَخْتَلِفُ بِاخْتِلَافِ أَحْوَالِ النَّاسِ.

Makna “juhd” adalah kemampuan dan kekuatan seseorang, dan juga bisa bermakna kesulitan atau pengorbanan.

Yang dimaksud adalah:

sedekah sesuai kemampuan orang yang hartanya sedikit.

Hal ini seperti hadis:

“Satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham.”

Yaitu:

Seseorang hanya memiliki dua dirham, lalu ia menyedekahkan satu dirham.
Sedangkan orang lain memiliki harta sangat banyak lalu ia menyedekahkan seratus ribu dirham.

Al-Baihaqi menjelaskan bahwa hadis ini digabungkan dengan hadis:

“Sebaik-baik sedekah adalah yang berasal dari kelebihan harta.”

Maknanya:

Keutamaan sedekah berbeda sesuai kondisi manusia.

2. Penjelasan Syaikh Abdullah Al-Bassam

Syaikh Abdullah Al-Bassam berkata dalam Taudhihul Ahkam (3/393):

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ جُهْدُ الْمُقِلِّ، وَذَلِكَ بِأَنْ يَتَصَدَّقَ بِالْفَاضِلِ عَنْ حَاجَتِهِ وَحَاجَةِ عِيَالِهِ.

وَبِهَذَا فَإِنَّ هَذِهِ الْجُمْلَةَ لَا تُعَارِضُ الْحَدِيثَ الصَّحِيحَ: خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى

فَلَابُدَّ مِنْ تَقْيِيدِ جُهْدِ الْمُقِلِّ بِمَا زَادَ عَنْ كِفَايَتِهِ وَكِفَايَةِ مَنْ يَمُونُهُ.

 

Sedekah terbaik adalah sedekah orang yang sedikit hartanya.

Namun maksudnya adalah:

Ia bersedekah dari kelebihan hartanya setelah kebutuhan dirinya dan keluarganya terpenuhi.

Karena itu hadis ini tidak bertentangan dengan hadis:

“Sebaik-baik sedekah adalah dari kelebihan harta.”

Beliau juga menjelaskan:

أَنَّ مَنْ لَمْ يَطْلُبِ الْعَفَافَ وَالْغِنَى لَمْ يُوَفَّقْ لِذَلِكَ.

Siapa yang tidak berusaha menjaga kehormatan diri dan merasa cukup, maka ia tidak akan diberi taufik untuk itu.

3. Penjelasan Imam Al-Lā‘iʿ Al-Maghribi

Dalam kitab Badrut Tamam (4/368) beliau berkata:

فِيهِ دَلَالَةٌ عَلَى تَقْدِيمِ نَفَقَةِ نَفْسِهِ وَعِيَالِهِ، لِأَنَّهَا مُنْحَصِرَةٌ فِيهِ، بِخِلَافِ نَفَقَةِ غَيْرِهِمْ. وَفِيهِ الِابْتِدَاءُ بِالْأَهَمِّ فَالْأَهَمِّ.

Hadis ini menunjukkan bahwa seseorang harus mendahulukan nafkah dirinya dan keluarganya.

Karena kewajiban itu khusus berada pada dirinya.

Dan hadis ini juga mengajarkan kaidah: mendahulukan yang paling penting kemudian yang penting.

🌿 PELAJARAN YANG BISA DIPETIK

1️⃣ Keutamaan sedekah tidak dilihat dari jumlahnya.

2️⃣ Sedekah orang miskin bisa lebih besar pahalanya daripada orang kaya.

3️⃣ Sedekah harus sesuai kemampuan.

4️⃣ Tidak boleh bersedekah sampai menelantarkan keluarga.

5️⃣ Islam mengajarkan prioritas dalam penggunaan harta.

6️⃣ Nafkah kepada keluarga adalah sedekah yang sangat besar pahalanya.

🌎 RELEVANSI DI ZAMAN SEKARANG

Hari ini banyak orang mengira sedekah harus menunggu kaya.

Padahal Rasulullah ﷺ mengajarkan orang miskin pun bisa bersedekah. Bahkan sedekahnya bisa lebih besar pahalanya.

Di sisi lain ada juga orang yang rajin sedekah ke luar tetapi keluarga sendiri kekurangan. Padahal dalam Islam: nafkah keluarga adalah sedekah yang paling utama.

💡KESIMPULAN

Hadis ini mengajarkan bahwa:

1️⃣ Sedekah terbaik adalah sedekah yang dilakukan dengan pengorbanan.
2️⃣ Orang yang sedikit hartanya tetap bisa mendapatkan pahala sedekah yang besar.
3️⃣ Namun sedekah harus dilakukan setelah kebutuhan diri dan keluarga terpenuhi.
4️⃣ Islam mengajarkan untuk memulai kebaikan dari orang yang paling dekat dengan kita.

Karena itu seorang muslim hendaknya:

– Menafkahi keluarganya dengan baik
– Bersedekah sesuai kemampuan
– Selalu berharap pahala dari Allah.

Jika ikhwatul iman memiliki kelebihan rezeki, Anda dapat berinfaq untuk membantu perjuangan para santri kami dalam menghafal Al-Qur’an dan mempelajari ilmu Islam.
Donasi dapat digunakan untuk:
🍚 Kebutuhan makan santri (beras & sembako)
💡 Pembayaran listrik dan PDAM
📚 Operasional pembelajaran di Rumah Tahfizh
In syaa Allah menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga akhirat. Berapapun yang Anda infakkan sangat berarti bagi keberlangsungan hidup para santri di Rumah Tahfizh Hamalatul Qur’an.
=================
Atau Anda juga dapat menjadi orang tua asuh santri dengan berdonasi Rp10.000 per hari untuk membantu kebutuhan makan dan operasional santri tahfizh kami.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa mempersiapkan pejuang di jalan Allah, maka sungguh ia juga mendapatkan pahala seperti orang yang berjuang.”
(HR. Al-Bukhari no. 2843)
=================
Mari dukung perkembangan dakwah Islam dan Rumah Tahfizh Hamalatul Qur’an melalui donasi Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF):
🏦 Bank Syariah Indonesia (BSI)
No. Rek: 7177857003
a.n. Yayasan Hamalatul Qur’an Bandung
📲 Mohon konfirmasi setelah transfer ke: 0895-3232-17283
=================================
Silakan dibagikan seluas-luasnya, semoga menjadi jalan kebaikan bagi kita semua 🤲

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.”
(HR. Muslim)
Terima kasih atas doa dan dukungannya.

جزاكم الله خيرا كثيرا

📱 Ikuti Media Sosial Kami:
▶️ Facebook: Rumah Tahfizh Hamalatul Quran
▶️ Instagram: Rumah Tahfizh Hamalatul Quran
▶️ YouTube: Hamalatul Quran TV
▶️ TikTok: @hamalatulquran19
🌐 Website: https://hamalatulquranbdg.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *