LARANGAN MENGUAP DAN PERINTAH MENAHANNYA DALAM SHALAT

LARANGAN MENGUAP DAN PERINTAH MENAHANNYA DALAM SHALAT

๐Ÿ“š *LARANGAN MENGUAP DAN PERINTAH MENAHANNYA DALAM SHALAT* ๐Ÿ“š

๐Ÿ–‹๏ธ Muhammad Rivan, M.Pd

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: { ุงู„ุชู‘ูŽุซูŽุงุคูุจู ู…ูู†ู’ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุชูŽุซูŽุงุกูŽุจูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽูƒู’ุธูู…ู’ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ } ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… ูˆุงู„ุชุฑู…ุฐูŠุŒ ูˆุฒุงุฏ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ: ยซูููŠ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูยป

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, bahwa Nabi ๏ทบ bersabda: โ€œSesungguhnya menguap itu dari setan. Apabila salah seorang dari kalian menguap maka hendaklah ia menahannya semampunya.โ€ (HR. Muslim no. 2995 dan Tirmidzi, dan dalam riwayat Tirmidzi terdapat tambahan: โ€œdalam shalatโ€).

๐Ÿ“– *PENJELASAN SECARA UMUM*

Hadis ini menjelaskan bahwa menguap merupakan sesuatu yang tidak disukai dalam Islam, terlebih ketika sedang melaksanakan shalat.

Rasulullah ๏ทบ menjelaskan bahwa menguap berasal dari setan. Maksudnya bukan berarti setan yang menciptakan menguap, tetapi karena menguap biasanya muncul akibat rasa malas, mengantuk, dan berat melakukan ketaatan, yang semuanya merupakan hal yang disukai oleh setan.

Karena itu, Nabi ๏ทบ memerintahkan agar seseorang menahan menguap semampunya. Jika menguap tidak dapat ditahan, maka hendaknya menutup mulut agar tidak terbuka lebar.

Hal ini termasuk bagian dari adab seorang muslim dalam beribadah dan ketika berada di hadapan orang lain, agar tetap menjaga kehormatan dan kekhusyu’an ibadahnya.

๐Ÿ“œ *PENJELASAN PARA ULAMA*

1. Penjelasan Imam Ash-Shanโ€™ani (Subulus Salam 2/34)

Imam Ash-Shanโ€™ani menjelaskan:

{ ุงู„ุชู‘ูŽุซูŽุงุคูุจู ู…ูู†ู’ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู } ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุตู’ุฏูุฑู ุนูŽู†ู ุงู„ูุงู…ู’ุชูู„ูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุณูŽู„ูุŒ ูˆูŽู‡ูู…ูŽุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠูุญูุจู‘ูู‡ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูุŒ ููŽูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุซูŽุงุคูุจูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู.

โ€œMenguap dinisbatkan kepada setan karena biasanya muncul akibat perut yang terlalu kenyang dan rasa malas, dan kedua hal itu merupakan sesuatu yang disukai oleh setan. Karena itu seakan-akan menguap berasal darinya.โ€

Kemudian beliau menjelaskan perintah menahannya:

{ ููŽุฅูุฐูŽุง ุชูŽุซูŽุงุกูŽุจูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽูƒู’ุธูู…ู’ } ุฃูŽูŠู’ ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนูู‡ู ูˆูŽูŠูู…ู’ุณููƒูู‡ู ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ.

โ€œJika salah seorang dari kalian menguap maka hendaklah ia menahannya, yaitu menahannya dan mengendalikannya semampunya.โ€

Beliau juga menyebut tambahan riwayat:

ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽู‚ูู„ู’: ู‡ูŽุงุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ูŠูŽุถู’ุญูŽูƒู ู…ูู†ู’ู‡ู.

โ€œJanganlah ia mengatakan โ€˜haaโ€™, karena itu berasal dari setan yang menertawakannya.โ€

Beliau juga menjelaskan bahwa menguap bertentangan dengan kekhusyu’an, sehingga dianjurkan menutup mulut.

ูˆูŽูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุถูŽุนูŽ ูŠูŽุฏูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ูููŠู‡ู ู„ูุญูŽุฏููŠุซู: ยซุฅูุฐูŽุง ุชูŽุซูŽุงุกูŽุจูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุถูŽุนู’ ูŠูŽุฏูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ูููŠู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ูยป.

โ€œHendaknya ia meletakkan tangannya di mulutnya karena terdapat hadis: โ€˜Jika salah seorang dari kalian menguap maka hendaklah ia meletakkan tangannya di mulutnya, karena setan masuk bersama menguap.โ€™โ€

2. Penjelasan Syaikh Abdullah Al-Fauzan (Minhah Al-โ€˜Allam 1/364)

Beliau menjelaskan beberapa adab ketika menguap yang diajarkan oleh sunnah:

ุงูŽู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ุฏูŽู„ููŠู„ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ู„ูู„ู’ู…ูุชูŽุซูŽุงุฆูุจู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฑูุฏู‘ูŽ ุชูŽุซูŽุงุคูุจูŽู‡ู ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽุŒ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูุฅูุทู’ุจูŽุงู‚ู ููŽู…ูู‡ู ูˆูŽุถูŽู…ู‘ู ุดูŽููŽุชูŽูŠู’ู‡ู.

โ€œHadis ini menunjukkan bahwa orang yang menguap hendaknya menahan menguapnya semampunya, yaitu dengan menutup mulut dan merapatkan kedua bibirnya.โ€

Beliau menyebutkan tiga adab:

1. Menahan menguap

ููŽู„ู’ูŠูŽูƒู’ุธูู…ู’ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ

โ€œMenahannya semampunya.โ€

2. Menutup mulut dengan tangan

ยซุฅูุฐูŽุง ุชูŽุซูŽุงุกูŽุจูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูู…ู’ุณููƒู’ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ูููŠู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ูยป.

โ€œJika salah seorang dari kalian menguap maka hendaklah ia menutup mulutnya dengan tangannya karena setan masuk.โ€

Beliau menjelaskan sebaiknya menggunakan tangan kiri, karena berkaitan dengan sesuatu yang kurang baik.

3. Tidak mengeluarkan suara โ€œhaaโ€

Karena dalam hadis disebutkan:

ยซููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‡ูŽุงุŒ ุถูŽุญููƒูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูยป.

โ€œJika seseorang mengatakan โ€˜haaโ€™, maka setan menertawakannya.โ€

Beliau juga menegaskan bahwa tidak ada dalil untuk membaca istiโ€™adzah (a’udzubillahi minasy syaithonirrajiim) ketika menguap, walaupun sebagian orang melakukannya.

3. Penjelasan Syaikh Abdullah Al-Bassam (Taudhihul Ahkam 2/105)

Beliau menjelaskan hakikat menguap:

ุงูŽู„ุชู‘ูŽุซูŽุงุคูุจู ุญูŽุฑูŽูƒูŽุฉูŒ ู„ูู„ู’ููŽู…ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽุชู’ ุฅูุฑูŽุงุฏููŠู‘ูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุชูŽุฃู’ุชููŠ ู…ูู†ู’ ู‡ูุฌููˆู…ู ูƒูŽุณูŽู„ู ุฃูŽูˆู’ ู†ูŽูˆู’ู…ู.

โ€œMenguap adalah gerakan pada mulut yang tidak disengaja, yang muncul akibat rasa malas atau kantuk.โ€

Beliau menjelaskan bahwa hal itu berkaitan dengan setan karena:

ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุชูŽุณู’ู„ููŠุทู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูุซูŽุจู‘ูุทู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู.

โ€œHal itu merupakan bentuk pengaruh setan yang membuat seorang muslim menjadi malas dalam beribadah.โ€

Beliau juga menjelaskan hikmah menutup mulut:

โ€œKarena membuka mulut lebar ketika menguap adalah pemandangan yang tidak baik, maka dianjurkan menutupnya agar tidak terlihat oleh orang lain.โ€

4. Penjelasan Imฤm al-แธคusain bin Muแธฅammad bin Saโ€˜ฤซd al-Lฤโ€˜i Al-Maghribi (Badrut Tamam 2/386)

Beliau menjelaskan makna kata menguap:

“ุงู„ุชู‘ูŽุซูŽุงุคูุจู” ู…ูŽุตู’ุฏูŽุฑู ุชูŽุซูŽุงุกูŽุจูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฅูุฐูŽุง ููŽุชูŽุญูŽ ููŽุงู‡ู ู…ูู†ู’ ุบูŽู„ูŽุจูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽูˆู ุงู„ู’ุบูŽูู’ู„ูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ูƒูŽุซู’ุฑูŽุฉู ุงู…ู’ุชูู„ูŽุงุกู ุงู„ู’ุจูŽุทู’ู†ู.

โ€œMenguap adalah membuka mulut karena rasa kantuk, kelalaian, atau karena perut yang terlalu kenyang.โ€

Beliau menjelaskan bahwa hal itu dinisbatkan kepada setan karena:

ูˆูŽุฃูุถููŠููŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ู„ูู…ูŽุง ูŠูุคูŽุซู‘ูุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽูู’ู„ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุณูŽู„ู ุนูŽู†ู ุงู„ุทู‘ูŽุงุนูŽุฉู.

โ€œMenguap dinisbatkan kepada setan karena menyebabkan kelalaian dan kemalasan dari ketaatan.โ€

๐ŸŒฟ *PELAJARAN YANG BISA DIPETIK*

Menguap termasuk sesuatu yang tidak disukai dalam Islam.

Menguap sering muncul akibat malas, kenyang, atau mengantuk.

Setan menyukai keadaan malas dan lalai dari ibadah.

Seorang muslim dianjurkan menahan menguap semampunya.

Jika tidak bisa ditahan, hendaknya menutup mulut dengan tangan.

Tidak dianjurkan mengeluarkan suara ketika menguap.

Menjaga adab ketika berada di hadapan orang lain merupakan bagian dari akhlak Islam.

๐ŸŒŽ *RELEVANSI DALAM KEHIDUPAN SAAT INI*

Dalam kehidupan sehari-hari, menguap sering terjadi ketika:

terlalu kenyang

kurang tidur

malas atau lelah

tidak fokus dalam ibadah

Karena itu, agar tidak sering menguap ketika shalat, seorang muslim dianjurkan:

menjaga pola tidur

tidak makan terlalu kenyang sebelum shalat

mempersiapkan diri sebelum ibadah

menghadirkan hati ketika shalat

Dengan demikian, shalat dapat dilakukan dengan lebih khusyu’ dan penuh kesadaran.

๐Ÿ’ก*KESIMPULAN*

Hadis ini mengajarkan adab penting dalam Islam, yaitu menahan menguap dan menutup mulut ketika menguap, terutama ketika sedang shalat.

Hal ini karena menguap sering muncul akibat rasa malas dan kelalaian yang disukai oleh setan. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk menjaga kesungguhan dan semangat dalam ibadah, serta menghindari segala hal yang dapat mengurangi kekhusyu’an shalat.

Dengan menjaga adab ini, seorang muslim dapat melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk, lebih sopan, dan lebih sempurna di hadapan Allah ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰.

=====
Jika ikhwatul iman memiliki kelebihan rezeki, Anda dapat berinfaq untuk membantu perjuangan para santri kami dalam menghafal Al-Qurโ€™an dan mempelajari ilmu Islam.
Donasi dapat digunakan untuk:
๐Ÿš Kebutuhan makan santri (beras & sembako)
๐Ÿ’ก Pembayaran listrik dan PDAM
๐Ÿ“š Operasional pembelajaran di Rumah Tahfizh
In syaa Allah menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga akhirat. Berapapun yang Anda infakkan sangat berarti bagi keberlangsungan hidup para santri di Rumah Tahfizh Hamalatul Qurโ€™an.
=================
Atau Anda juga dapat menjadi orang tua asuh santri dengan berdonasi Rp10.000 per hari untuk membantu kebutuhan makan dan operasional santri tahfizh kami.
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Barang siapa mempersiapkan pejuang di jalan Allah, maka sungguh ia juga mendapatkan pahala seperti orang yang berjuang.”
(HR. Al-Bukhari no. 2843)
=================
Mari dukung perkembangan dakwah Islam dan Rumah Tahfizh Hamalatul Qurโ€™an melalui donasi Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF):
๐Ÿฆ Bank Syariah Indonesia (BSI)
No. Rek: 7177857003
a.n. Yayasan Hamalatul Qurโ€™an Bandung
๐Ÿ“ฒ Mohon konfirmasi setelah transfer ke: 0895-3232-17283
=================================
Silakan dibagikan seluas-luasnya, semoga menjadi jalan kebaikan bagi kita semua ๐Ÿคฒ
ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู
“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.”
(HR. Muslim)
Terima kasih atas doa dan dukungannya.
ุฌุฒุงูƒู… ุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑุง ูƒุซูŠุฑุง
๐Ÿ“ฑ Ikuti Media Sosial Kami:
โ–ถ๏ธ Facebook: Rumah Tahfizh Hamalatul Quran
โ–ถ๏ธ Instagram: Rumah Tahfizh Hamalatul Quran
โ–ถ๏ธ YouTube: Hamalatul Quran TV
โ–ถ๏ธ TikTok: @hamalatulquran19
๐ŸŒ Website: https://hamalatulquranbdg.com

LARANGAN SHALAT SAAT MAKANAN TELAH TERSEDIA ATAU MENAHAN BUANG HAJAT

LARANGAN SHALAT SAAT MAKANAN TELAH TERSEDIA ATAU MENAHAN BUANG HAJAT

๐Ÿ“š LARANGAN SHALAT SAAT MAKANAN TELAH TERSEDIA ATAU MENAHAN BUANG HAJAT ๐Ÿ“š

๐Ÿ–‹๏ธ Muhammad Rivan, M.Pd

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู: { ู„ูŽุง ุตูŽู„ูŽุงุฉูŽ ุจูุญูŽุถู’ุฑูŽุฉู ุทูŽุนูŽุงู…ู ูˆูŽู„ูŽุง ู‡ููˆูŽ ูŠูุฏูŽุงููุนูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽุฎู’ุจูŽุซูŽุงู†ู } ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู….

Dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ๏ทบ bersabda: โ€œTidak ada (kesempurnaan) shalat ketika makanan telah dihidangkan dan tidak pula ketika seseorang menahan dua hal yang kotor (buang air kecil dan buang air besar).โ€ (HR. Muslim no. 560)

๐Ÿ“– PENJELASAN SECARA UMUM

Hadis ini menjelaskan bahwa

(more…)
LARANGAN MENGANGKAT PANDANGAN KE LANGIT SAAT SHALAT

LARANGAN MENGANGKAT PANDANGAN KE LANGIT SAAT SHALAT

๐Ÿ“š LARANGAN MENGANGKAT PANDANGAN KE LANGIT SAAT SHALAT ๐Ÿ“š

๐Ÿ–‹๏ธ Muhammad Rivan, M.Pd

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุจู’ู†ู ุณูŽู…ูุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: { ู„ูŽูŠูŽู†ู’ุชูŽู‡ููŠูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽุงู…ูŒ ูŠูŽุฑู’ููŽุนููˆู†ูŽ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ูููŠ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ุฃูŽูˆู’ ู„ูŽุง ุชูŽุฑู’ุฌูุนู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… (ุญุฏูŠุซ ุฑู‚ู… 429).

Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata: Rasulullah ๏ทบ bersabda: โ€œBenar-benar harus berhenti suatu kaum yang mengangkat pandangan mereka ke langit ketika shalat, atau penglihatan mereka tidak akan kembali kepada mereka.โ€ (HR. Muslim no. 429)

๐Ÿ“– PENJELASAN SECARA UMUM

Hadis ini menjelaskan

(more…)
MENJAUHKAN SESUATU YANG MENGGANGGU KONSENTRASI DALAM SHALAT

MENJAUHKAN SESUATU YANG MENGGANGGU KONSENTRASI DALAM SHALAT

๐Ÿ“š MENJAUHKAN SESUATU YANG MENGGANGGU KONSENTRASI DALAM SHALAT ๐Ÿ“š

๐Ÿ–‹๏ธ Muhammad Rivan, M.Pd

ูˆูŽุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ : { ูƒูŽุงู†ูŽ ู‚ูุฑูŽุงู…ูŒ ู„ูุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุณูŽุชูŽุฑูŽุชู’ ุจูู‡ู ุฌูŽุงู†ูุจูŽ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุงุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ุฃูŽู…ููŠุทููŠ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ู‚ูุฑูŽุงู…ูŽูƒู ู‡ูŽุฐูŽุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุชูŽุฒูŽุงู„ู ุชูŽุตูŽุงูˆููŠุฑูู‡ู ุชูŽุนู’ุฑูุถู ู„ููŠ ูููŠ ุตูŽู„ูŽุงุชููŠ }. ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ู’ุจูุฎูŽุงุฑููŠู‘ู (ุญูŽุฏููŠุซ ุฑู‚ู… 374).

Dari (Aisyah) radhiyallahu โ€˜anha, ia berkata: โ€œDahulu aku memiliki tirai bergambar yang aku gunakan untuk menutup salah satu sisi rumahku. Lalu Nabi ๏ทบ berkata kepadaku: โ€˜Singkirkanlah tirai ini dari kami, karena gambar-gambarnya selalu terbayang di hadapanku ketika aku sedang shalat.โ€™โ€ (HR. Bukhari)

๐Ÿ“– PENJELASAN SECARA UMUM

Hadis ini menjelaskan tentang

(more…)
DOA TERBAIK SAAT MENJEMPUT LAILATUL QADAR

DOA TERBAIK SAAT MENJEMPUT LAILATUL QADAR

๐Ÿ“š DOA TERBAIK SAAT MENJEMPUT LAILATUL QADAR

๐Ÿ–‹๏ธ Muhammad Rivan, M.Pd

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ : { ู‚ูู„ู’ุชู: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฃูŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ุฅูู†ู’ ุนูŽู„ูู…ู’ุชู ุฃูŽูŠู‘ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑูุŒ ู…ูŽุง ุฃูŽู‚ููˆู„ู ูููŠู‡ูŽุงุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ููˆู„ููŠ: ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุนูŽูููˆู‘ูŒ ุชูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽูู’ูˆูŽ ููŽุงุนู’ูู ุนูŽู†ู‘ููŠ }

Dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, beliau berkata: Aku berkata: โ€œWahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam mana Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan di dalamnya?โ€
Beliau menjawab:
โ€œUcapkanlah: Allahumma innaka โ€˜afuwwun tuhibbul โ€˜afwa faโ€˜fu โ€˜anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku).โ€ (HR. at-Tirmidzi no. 3513, an-Nasaโ€™i no. 3525, Ibnu Majah no. 3850, Ahmad no. 25384, dan disahihkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim)

๐Ÿ“ PENJELASAN SECARA UMUM

Hadis ini menunjukkan bahwa

(more…)
SUNNAH RASULULLAH Iโ€˜TIKAF PADA SEPULUH HARI TERAKHIR RAMADHAN

SUNNAH RASULULLAH Iโ€˜TIKAF PADA SEPULUH HARI TERAKHIR RAMADHAN

๐Ÿ“š SUNNAH RASULULLAH Iโ€˜TIKAF PADA SEPULUH HARI TERAKHIR RAMADHAN

๐Ÿ–‹๏ธ Muhammad Rivan, M.Pd

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: { ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุนู’ุชูŽูƒููู ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽูˆูŽูู‘ูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุงุนู’ุชูŽูƒูŽููŽ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู‡ู ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡ู }

Dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha: โ€œSesungguhnya Nabi ๏ทบ dahulu beriโ€˜tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan sampai Allah mewafatkan beliau,

(more…)
KESUNGGUHAN NABI ๏ทบ DALAM SEPULUH MALAM TERAKHIR RAMADAN

KESUNGGUHAN NABI ๏ทบ DALAM SEPULUH MALAM TERAKHIR RAMADAN

๐Ÿ“š KESUNGGUHAN NABI ๏ทบ DALAM SEPULUH MALAM TERAKHIR RAMADAN ๐Ÿ“š

๐Ÿ–‹๏ธ Muhammad Rivan, M.Pd

{ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู โ€“ ุฃูŽูŠู’ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ุงู„ู’ุฃูŽุฎููŠุฑูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ โ€“ ุดูŽุฏู‘ูŽ ู…ูุฆู’ุฒูŽุฑูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุญู’ูŠูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽูŠู’ู‚ูŽุธูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽู‡ู }

Dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, beliau berkata: โ€œAdalah Rasulullah ๏ทบ apabila telah masuk sepuluh hari terakhir (Ramadan), beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.โ€ (Muttafaq ‘Alaih, HR. al-Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)

๐Ÿ“ PENJELASAN SECARA UMUM

Hadis ini menjelaskan kesungguhan Nabi ๏ทบ dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Tiga perkara yang disebutkan:

ุดูŽุฏู‘ูŽ ู…ูุฆู’ุฒูŽุฑูŽู‡ู (mengencangkan sarungnya)

ุฃูŽุญู’ูŠูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽู‡ู (menghidupkan malamnya)

ุฃูŽูŠู’ู‚ูŽุธูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽู‡ู (membangunkan keluarganya)

Ini menunjukkan bahwa sepuluh malam terakhir memiliki keutamaan khusus dibanding malam-malam lainnya, karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar.

๐Ÿ“– PENJELASAN ULAMA

1๏ธโƒฃ Imam aแนฃ-แนขhanโ€˜ฤnฤซ โ€“ Subulus Salam (3/382)

Beliau berkata:

( ุดูŽุฏู‘ูŽ ู…ูุฆู’ุฒูŽุฑูŽู‡ู ) ุฃูŽูŠู’ ุงุนู’ุชูŽุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกูŽุŒ ูˆูŽู‚ููŠู„ูŽ: ูƒูู†ูŽุงูŠูŽุฉูŒ ุนูŽู†ู’ ุงู„ุชู‘ูŽุดู’ู…ููŠุฑู ู„ูู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู. ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูŠูุญู’ุชูŽู…ูŽู„ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุฌูŽู…ูŽุนูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ู†ูŽูŠูŽูŠู’ู†ูุŒ ู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽ ู…ูŽุง ุฑููˆููŠูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูŽู„ููŠู‘ู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุจูู„ูŽูู’ุธู: “ููŽุดูŽุฏู‘ูŽ ู…ูุฆู’ุฒูŽุฑูŽู‡ู ูˆูŽุงุนู’ุชูŽุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกูŽ” ูŠูŽุฏูู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุบูŽุงูŠูŽุฑูŽุฉู. ูˆูŽุฅููŠู‚ูŽุงุนู ุงู„ู’ุฅูุญู’ูŠูŽุงุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ู…ูŽุฌูŽุงุฒูŒ ุนูŽู‚ู’ู„ููŠู‘ูŒุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏู ุงู„ุณู‘ูŽู‡ูŽุฑู ูููŠู‡ู ู„ูู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉูุŒ ูˆูŽ( ุฃูŽูŠู’ู‚ูŽุธูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽู‡ู ) ุฃูŽูŠู’ ู„ูู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุทู‘ูŽุงุนูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฎูŽุตู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑูŽ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุฎูŽุงุชูู…ูŽุฉู ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุจูุฎูŽูˆูŽุงุชููŠู…ูู‡ูŽุง.

Penjelasan:

โ€œุดุฏ ู…ุฆุฒุฑู‡โ€ ada dua tafsir:

Kiasan untuk sungguh-sungguh beribadah.

Benar-benar menjauhi istri.

Riwayat dari Ali menunjukkan keduanya berbeda, sehingga kemungkinan beliau melakukan keduanya.

โ€œMenghidupkan malamโ€ adalah ungkapan majaz, maksudnya begadang untuk ibadah.

Dikhususkan sepuluh malam terakhir karena amal tergantung penutupnya.

2๏ธโƒฃ Syaikh Abdullah Al-Fauzan โ€“ Minhah al-โ€˜Allam (5/96)

Beliau berkata:

ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ุฏูŽู„ููŠู„ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ููŽุถู’ู„ู ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญู ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูŽุฒููŠู‘ูŽุฉู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุณูุฑู‘ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽู…ู’ุฑูŽุงู†ู: ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุฎูุชูŽุงู…ู ุงู„ุดู‘ูŽู‡ู’ุฑูุŒ ูˆูŽูููŠู‡ูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู. ูˆูŽูููŠู‡ู ุฏูŽู„ููŠู„ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุดู’ุฑููˆุนููŠู‘ูŽุฉู ุฅููŠู‚ูŽุงุธู ุงู„ู’ุฃูŽู‡ู’ู„ูุŒ ูˆูŽุญูŽุซู‘ูู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุทู‘ูŽุงุนูŽุฉู.

Penjelasan:

Keistimewaan sepuluh malam terakhir karena:

Ia adalah penutup Ramadan.

Di dalamnya ada Lailatul Qadar.

Beliau juga menekankan pentingnya membangunkan keluarga dan membimbing mereka agar tidak menyia-nyiakan malam-malam tersebut.

3๏ธโƒฃ Syaikh Abdullah Al-Bassam โ€“ Taudhihul Ahkam (3/567)

Beliau menyebutkan beberapa faidah:

ุงู„ู„ู‘ูŽูŠูŽุงู„ููŠ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ุงู„ู’ุฃูŽุฎููŠุฑูŽุฉู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู„ูŽูŠูŽุงู„ููŠ ุงู„ู’ุนูŽุงู…ู ูƒูู„ู‘ูู‡ู.
ูˆูŽุงุฎู’ุชูู„ูููŽ ูููŠ ุชูŽูู’ุณููŠุฑู “ุดูŽุฏู‘ูŽ ู…ูุฆู’ุฒูŽุฑูŽู‡ู”: ููŽู‚ููŠู„ูŽ ูƒูู†ูŽุงูŠูŽุฉูŒ ุนูŽู†ู ุงู„ุชู‘ูŽุดู’ู…ููŠุฑู ู„ูู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉูุŒ ูˆูŽู‚ููŠู„ูŽ ูƒูู†ูŽุงูŠูŽุฉูŒ ุนูŽู†ู ุงุนู’ุชูุฒูŽุงู„ู ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู.
ูˆูŽู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู: “ูˆูŽุฃูŽูŠู’ู‚ูŽุธูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽู‡ู” ุฃูŽูŠู’ ู„ูุฆูŽู„ู‘ูŽุง ุชูŽูููˆุชูŽู‡ูู…ู’ ููŽุถููŠู„ูŽุฉู ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠูŽุงู„ููŠ.

Penjelasan:

Sepuluh malam terakhir adalah malam terbaik sepanjang tahun.

Nabi ๏ทบ beriโ€™tikaf dan menjauhi kesibukan dunia.

Kepala keluarga dianjurkan membimbing keluarganya dalam musim ibadah.

4๏ธโƒฃ Al-Imam al-Maghribi โ€“ Badrut Tamam (5/140)

Beliau berkata:

ูˆูŽู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู: “ูˆูŽุฃูŽุญู’ูŠูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽู‡ู” ู…ูŽุฌูŽุงุฒูŒ ุนูŽู‚ู’ู„ููŠู‘ูŒุ› ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽ ุฒูŽู…ูŽุงู†ูŒ ู„ูู„ู’ุฅูุญู’ูŠูŽุงุกูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏู ุงู„ุณู‘ูŽู‡ูŽุฑู ู„ูู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉูุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑููˆููŠูŽ: “ูˆูŽุฃูŽุญู’ูŠูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽู‡ู” ูˆูŽูููŠู‡ู ุถูŽุนู’ููŒ.

Artinya: โ€œMenghidupkan malamโ€ adalah ungkapan majaz; maksudnya berjaga untuk beribadah. Riwayat bahwa beliau menghidupkan seluruh malam ada, namun sanadnya lemah.

๐ŸŒฟ PELAJARAN YANG BISA DIPETIK

Sepuluh malam terakhir adalah puncak ibadah Ramadan.

Kesungguhan meningkat di akhir amal.

Disunnahkan iโ€™tikaf dan menjauhi hal-hal yang mengurangi fokus ibadah.

Kepala keluarga bertanggung jawab membimbing keluarganya.

Lailatul Qadar menjadi motivasi utama kesungguhan.

๐ŸŒ RELEVANSI HARI INI

Di zaman sekarang, sepuluh malam terakhir sering justru dipenuhi:

Kesibukan belanja

Aktivitas media sosial

Persiapan hari raya berlebihan

Padahal Nabi ๏ทบ justru:

Mengurangi urusan dunia

Fokus ibadah

Mengajak keluarga mendekat kepada Allah

Ini menjadi evaluasi besar bagi kaum Muslimin agar menjadikan akhir Ramadan sebagai puncak, bukan penurunan semangat.

โœจ KESIMPULAN

Hadis ini menunjukkan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadan adalah musim emas ibadah. Nabi ๏ทบ:

Bersungguh-sungguh dalam ibadah

Menjauhi hal yang melalaikan

Menghidupkan malam dengan qiyam

Membangunkan keluarganya

Karena amal ditentukan oleh penutupnya, maka siapa yang menutup Ramadan dengan kesungguhan, diharapkan ia meraih ampunan dan keberkahan Lailatul Qadar.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang memuliakan sepuluh malam terakhir dan menutup Ramadan dengan amal terbaik. ๐Ÿคฒ

GERHANA BUKAN KARENA KEMATIAN SESEORANG

GERHANA BUKAN KARENA KEMATIAN SESEORANG

๐Ÿ“š GERHANA BUKAN KARENA KEMATIAN SESEORANG ๐Ÿ“š

๐Ÿ–‹๏ธ Muhammad Rivan, M.Pd

ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ู…ูุบููŠุฑูŽุฉู ุจู’ู†ู ุดูุนู’ุจูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ : { ุงู†ู’ูƒูŽุณูŽููŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุŒ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู…ูŽุงุชูŽ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู: ุงู†ู’ูƒูŽุณูŽููŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ู„ูู…ูŽูˆู’ุชู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู…ูŽุฑูŽ ุขูŠูŽุชูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ุขูŠูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ูƒูŽุณูููŽุงู†ู ู„ูู…ูŽูˆู’ุชู ุฃูŽุญูŽุฏู ูˆูŽู„ูŽุง ู„ูุญูŽูŠูŽุงุชูู‡ูุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ููˆู‡ูู…ูŽุง ููŽุงุฏู’ุนููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุตูŽู„ู‘ููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽู†ู’ูƒูŽุดูููŽ } ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡ุŒ ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ ู„ู„ุจุฎุงุฑูŠ: ยซุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽู†ู’ุฌูŽู„ููŠูŽยป.

Dari Al-Mughirah bin Syuโ€˜bah radhiyallahu โ€˜anhu berkata: Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah ๏ทบ, pada hari wafatnya Ibrahim (putra beliau). Maka orang-orang berkata, โ€œMatahari mengalami gerhana karena wafatnya Ibrahim.โ€ Rasulullah ๏ทบ bersabda: โ€œSesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena kehidupannya. Apabila kalian melihat keduanya (mengalami gerhana), maka berdoalah kepada Allah dan shalatlah sampai gerhana itu berakhir.โ€ (Muttafaq ‘Alaih, HR. Al-Bukhari no. 1043, Muslim no. 915)

๐Ÿ“– PENJELASAN SECARA UMUM

Hadis ini menjelaskan bahwa

(more…)
LARANGAN MENENGOK (ุงู„ูุงู„ู’ุชูููŽุงุชู) DALAM SHALAT

LARANGAN MENENGOK (ุงู„ูุงู„ู’ุชูููŽุงุชู) DALAM SHALAT

LARANGAN MENENGOK (ุงู„ูุงู„ู’ุชูููŽุงุชู) DALAM SHALAT

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: { ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ูุงู„ู’ุชูููŽุงุชู ูููŠ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‡ููˆูŽ ุงุฎู’ุชูู„ูŽุงุณูŒ ูŠูŽุฎู’ุชูŽู„ูุณูู‡ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู }

ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ู’ุจูุฎูŽุงุฑููŠู‘ู. ูˆูŽู„ูู„ุชู‘ูุฑู’ู…ูุฐููŠู‘ู โ€“ ูˆูŽุตูŽุญู‘ูŽุญูŽู‡ู โ€“: { ุฅููŠู‘ูŽุงูƒู ูˆูŽุงู„ูุงู„ู’ุชูููŽุงุชูŽ ูููŠ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ูŽู„ูŽูƒูŽุฉูŒุŒ ููŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽุง ุจูุฏู‘ูŽ ููŽูููŠ ุงู„ุชู‘ูŽุทูŽูˆู‘ูุนู }.

Dari โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, ia berkata: โ€œAku bertanya kepada Rasulullah ๏ทบ tentang menoleh dalam shalat. Beliau menjawab: โ€˜Itu adalah pencurian yang dicuri oleh setan dari shalat seorang hamba.โ€™โ€ dalam riwayat At-Tirmidzi: โ€œHati-hatilah engkau dari menoleh dalam shalat, karena itu adalah kebinasaan. Jika terpaksa, maka lakukanlah pada shalat sunnah.โ€ (HR. al-Bukhari no. 751 DAN at-Tirmidhi no. 589 dishahihkan oleh At-Tirmidzi)

PENJELASAN UMUM

Hadis ini menjelaskan bahwa

(more…)
MENDAHULUKAN MAKAN  SEBELUM SHALAT

MENDAHULUKAN MAKAN SEBELUM SHALAT

๐Ÿ“š MENDAHULUKAN MAKAN SEBELUM SHALAT ๐Ÿ“š

๐Ÿ–‹๏ธ Muhammad Rivan, M.Pd

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: { ุฅูุฐูŽุง ู‚ูุฏู‘ูู…ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุดูŽุงุกู ููŽุงุจู’ุฏูŽุกููˆุง ุจูู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูุตูŽู„ู‘ููˆุง ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจูŽ } ู…ูุชู‘ูŽููŽู‚ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู.

Dari Anas radhiyallahu โ€˜anhu, bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda: โ€œApabila makan malam telah dihidangkan, maka dahulukanlah ia sebelum kalian menunaikan shalat Maghrib.โ€ (Muttafaq ‘Alaih HR. al-Bukhari no. 673 dan Muslim no. 559)

PENJELASAN UMUM

Hadis ini menunjukkan bahwa

(more…)