๐ RUKHSAH BAGI ORANG TUA YANG TIDAK MAMPU SHAUM
๐๏ธ Muhammad Rivan, M.Pd
ููุนููู ุงุจููู ุนูุจููุงุณู ุฑูุถููู ุงูููููู ุชูุนูุงููู ุนูููููู ูุง ููุงูู : ุฑูุฎููุตู ูููุดููููุฎู ุงููููุจููุฑู ุฃููู ููููุทูุฑู ููููุทูุนูู ู ุนููู ููููู ููููู ู ู ูุณููููููุง ุ ููููุง ููุถูุงุกู ุนููููููู . ุฑูุงู ุงูุฏุงุฑูุทูู ูุงูุญุงูู ูุตุญุญุงู
Dari Ibnu โAbbas radhiyallahu โanhuma, beliau berkata: โDiberikan keringanan bagi orang tua renta untuk tidak shaum dan memberi makan satu orang miskin setiap hari, serta tidak ada qadha baginya.โ (HR. ad-Daraquthni dan al-Hakim, keduanya menshahihkannya)
HR. Ad-Daruquthni, 2/205
HR. Al-Hakim, 1/440
๐ง PENJELASAN SECARA UMUM
Hadis ini menjelaskan tentang:
โ
Keringanan (rukhsah) bagi orang tua renta yang tidak mampu shaum
โ
Kewajibannya diganti dengan memberi makan orang miskin
โ
Tidak ada kewajiban qadha atasnya
Hukum ini berlaku bagi orang yang:
Sudah sangat tua
Tidak mampu shaum secara permanen
Tidak ada harapan kuat untuk mampu shaum kembali
Karena kewajiban dalam Islam selalu sesuai kemampuan.
๐ PENJELASAN PARA ULAMA
๐ 1. Imam Muhammad bin Ismฤโฤซl al-Amฤซr aแนฃ-แนขanโฤnฤซ โ Subulus Salam (3/338)
Beliau berkata:
ููููููุณูุชู ู ูููุณููุฎูุฉูุ ุฅููููุง ุฃูููููู ุฑูุฎููุตู ูููุดููููุฎู ุงููููุจููุฑู ุงูููุฐูู ููุง ููุณูุชูุทููุนู ุงูุตููููุงู ูุ ุฅูุณูููุงุฏููู ุตูุญููุญู ุซูุงุจูุชูุ ููููููู ุฃูููุถูุง: ููุง ููุฑูุฎููุตู ููู ููุฐูุง ุฅููููุง ููููููุจููุฑู ุงูููุฐูู ููุง ููุทูููู ุงูุตููููุงู ู ุฃููู ู ูุฑููุถู ููุง ููุดูููู. ููุงูู: ููููุฐูุง ุตูุญููุญูุ ููุนูููููู ููู ุฑูููุงููุฉู ููุฏูุฑู ุงููุฅูุทูุนูุงู ูุ ููุฃูููููู ููุตููู ุตูุงุนู ู ููู ุญูููุทูุฉู
โHukum ini tidak mansukh (tidak dihapus), namun memang diberikan keringanan kepada orang tua yang tidak mampu shaum. Sanadnya sahih dan kuat. Dan disebutkan pula bahwa tidak diberi rukhsah ini kecuali bagi orang tua yang tidak sanggup shaum atau orang sakit yang tidak ada harapan sembuh. Dalam sebagian riwayat disebutkan ukuran fidyahnya yaitu setengah shaโ gandum.โ
โก Jadi, ini bukan hukum yang dihapus, tetapi khusus untuk yang benar-benar tidak mampu.
๐ 2. Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan โ Minhah al-โAllam (5/45)
Beliau berkata:
ููุฐูุง ุงูุฃูุซูุฑู ุฏูููููู ุนูููู ุฃูููู ุงูุดููููุฎู ุงููููุจููุฑู ุงูููุฐูู ููุง ููุณูุชูุทููุนู ุฃููู ููุตููู ู ุฃูููู ูููู ุฃููู ููููุทูุฑู ููููุทูุนูู ู ุนููู ููููู ููููู ู ู ูุณููููููุงุ ููููููุณู ุนููููููู ููุถูุงุกู
โRiwayat ini menjadi dalil bahwa orang tua renta yang tidak mampu shaum boleh tidak shaum dan memberi makan satu orang miskin setiap hari, dan tidak ada qadha atasnya.โ
Beliau melanjutkan:
ููู ูุซููู ุฐููููู ุงููู ูุฑูุฃูุฉู ุงููููุจููุฑูุฉู ุงููุนูุงุฌูุฒูุฉู ุนููู ุงูุตููููุงู ูุ ููููุฐูุง ู ููู ููุดูููู ุนููููููู ุงูุตููููุงู ู ููุงููู ูุฑููุถู ุงููู ูููุคููุณู ู ููู ุจูุฑูุฆูููุ ููููุฐูุง ู ูููุญููู ุจูุงูุดููููุฎู ุงููููุจููุฑู
โDemikian pula wanita tua yang tidak mampu shaum, serta orang sakit yang tidak ada harapan sembuh; ia dihukumi seperti orang tua renta karena tidak mungkin melakukan qadha selama penyakitnya menetap.โ
โก Jadi hukumnya berlaku bagi semua yang tidak mampu secara permanen.
๐ 3. Syaikh Abdullah Al-Bassam โ Taudhihul Ahkam (3/513)
Beliau menjelaskan sejarah hukumnya:
ููุตูุงุฑู ุงููู ูุณูููู ูููู ู ูุฎููููุฑูููู ููู ุฃูููููู ุงูุฃูู ูุฑู ุจููููู ุงูุตููููุงู ู ููุจููููู ุงููููุทูุฑู ู ูุนู ุงููููุฏูููุฉู… ููููุณูุฎู ุฐููููู ููู ุญูููู ุงูุตููุญููุญู ุงููู ููููู ู
โPada awalnya kaum muslimin diberi pilihan antara shaum atau berbuka dengan membayar fidyah. Kemudian hukum itu dihapus bagi orang yang sehat dan mukim.โ
Namun beliau menegaskan:
ุฃูู ููุง ุงูุดููููุฎู ุงููููุฑูู ู ุงูููุฐูู ููุดูููู ุนููููููู ุงูุตููููุงู ูุ ููู ูุซููููู ุงููุนูุฌููุฒู ุงููููุจููุฑูุฉูุ ููููุง ููุณูุฎู ููู ุญููููููู ูุงุ ููููููู ูุง ุฃููู ููููุทูุฑูุง ููููุง ููุถูุงุกู ุนูููููููู ูุงุ ููุฅููููู ูุง ุนูููููููู ูุง ุงููููุฏูููุฉู
โAdapun orang tua renta dan wanita tua yang berat baginya shaum, maka tidak ada penghapusan hukum bagi mereka. Mereka boleh tidak shaum dan tidak ada qadha, hanya wajib fidyah.โ
โก Jadi rukhsah ini tetap berlaku hingga sekarang.
๐ 4. Al-Imam al-Husain bin Muhammad al-Laโi al-Maghribi โ Badrut Tamam (5/69)
Beliau menyebutkan pendapat Qatadah:
ููููุงูู ููุชูุงุฏูุฉู: ููุงููุชู ุงูุฑููุฎูุตูุฉู ููููุจููุฑู ููููุฏูุฑู ุนูููู ุงูุตููููู ู ุซูู ูู ููุณูุฎูุชู ูููููุ ููุจูููููุชู ูููู ููู ููุง ููุทูููู
โQatadah berkata: Rukhsah dahulu berlaku bagi orang tua yang masih mampu shaum, lalu dihapus untuknya, dan tersisa bagi yang benar-benar tidak mampu.โ
โก Maka hukum finalnya: hanya bagi yang tidak sanggup sama sekali.
๐ PELAJARAN YANG BISA DIPETIK
โ
Islam tidak membebani di luar kemampuan
โ
Ada perbedaan antara sakit sementara dan permanen
โ
Orang tua dan sakit kronis mendapat rukhsah
โ
Fidyah adalah bentuk kepedulian sosial
๐ RELEVANSI HARI INI
Di zaman sekarang:
๐ด Lansia sangat lemah
๐ฅ Penderita penyakit kronis
๐ Pasien dengan kondisi medis permanen
Jika dokter terpercaya menyatakan tidak mampu shaum secara permanen, maka:
โก Tidak wajib qadha
โก Cukup membayar fidyah setiap hari
Ini menunjukkan syariat sangat realistis dan penuh rahmat.
โ KESIMPULAN
๐ข Orang tua renta yang tidak mampu shaum boleh tidak shaum
๐ข Tidak wajib qadha
๐ข Wajib memberi makan satu miskin setiap hari
๐ข Berlaku juga bagi sakit permanen
Syariat Islam dibangun di atas kemudahan dan keadilan, bukan kesulitan.
Semoga Allah memberi kekuatan kepada orang tua kita dan menerima amal ibadah mereka














































