๐ PENETAPAN SHAUM RAMADHAN BERDASARKAN RUโYATUL HILAL
๐๏ธ Muhammad Rivan, M.Pd
ุนููู ุนุจุฏ ุงููู ุจู ุนู ุฑ ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง ููุงูู: ุณูู ูุนูุชู ุฑูุณูููู ุงูููู ๏ทบ ููููููู: ยซุฅูุฐูุง ุฑูุฃูููุชูู ูููู ููุตููู ููุงุ ููุฅูุฐูุง ุฑูุฃูููุชูู ูููู ููุฃูููุทูุฑููุงุ ููุฅููู ุบูู ูู ุนูููููููู ู ููุงููุฏูุฑููุง ููููยป
Dan dalam riwayat Muslim:
ยซููุงููุฏูุฑููุง ูููู ุซูููุงุซููููยป
Dan dalam riwayat Bukhari:
ยซููุฃูููู
ููููุง ุงููุนูุฏููุฉู ุซูููุงุซููููยป
Dari Ibnu Umar ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง, Rasulullah ๏ทบ bersabda:
โJika kalian melihat hilal maka ber-shaum-lah, dan jika kalian melihatnya maka berbukalah. Jika tertutup atas kalian (oleh awan), maka sempurnakanlah bilangannya menjadi tiga puluh hari.โ (HR. al-Bukhฤrฤซ no. 1909 dan Muslim no. 1081)๐ง PENJELASAN UMUM
Hadis ini merupakan kaidah utama penetapan Ramadhan dan Syawal, yaitu:
โ
Masuk Ramadhan โ dengan ruโyatul hilal
โ
Berakhir Ramadhan โ dengan ruโyatul hilal
โ
Jika terhalang โ genapkan 30 hari
Syariat menggantungkan ibadah besar ini pada penglihatan nyata, bukan perhitungan astronomi.
๐ PENJELASAN PARA ULAMA
๐ Muhammad bin Ismail al-Shan’ani โ Subulus Salam (3/298)
ุงููุญูุฏููุซู ุฏูููููู ุนูููู ููุฌููุจู ุตูููู ู ุฑูู ูุถูุงูู ููุฑูุคูููุฉู ููููุงูููู…
Hadis ini menunjukkan wajibnya shaum Ramadhan karena terlihatnya hilal, dan wajib berbuka karena terlihatnya hilal Syawal.
Beliau menjelaskan:
Ungkapan โุฅุฐุง ุฑุฃูุชู
ููโ tidak berarti semua orang harus melihat langsung, tapi cukup ditetapkan secara syarโi melalui kesaksian yang sah.
โก Bahkan satu negeri yang melihat berlaku bagi seluruh kaum muslimin.
๐ Abdullah bin Shalih Al-Fauzan โ Minhah al-โAllam (5/6)
ุงูุญุฏูุซ ุฏููู ุนูู ูุฌูุจ ุตูุงู ุฑู ุถุงู ุฅุฐุง ุซุจุชุช ุฑุคูุฉ ููุงูู…
Hadis ini menjadi dalil wajibnya shaum Ramadhan jika hilalnya terlihat dan wajib berbuka jika hilal Syawal terlihat.
โ
Yang sah hanyalah ruโyah (penglihatan), meskipun dengan alat bantu optik
Dan ini berdasarkan ijmaโ sahabat.
โก Ini bentuk rahmat Allah karena semua orang bisa menjalankannya, bukan hanya ahli astronomi.
๐ Abdullah Al-Bassam โ Taudhihul Ahkam (3/449)
Beliau merinci:
1๏ธโฃ Wajib shaum jika hilal terlihat
2๏ธโฃ Wajib berbuka jika hilal Syawal terlihat
3๏ธโฃ Hukum tergantung ruโyah, bukan hisab
4๏ธโฃ Jika tertutup awan โ genapkan 30 hari
โก Hari yang meragukan tidak boleh di-shaum-kan.
๐ Al-Husain bin Muhammad bin Sa’id al-La’i’ al-Maghribi โ Badrut Tamam (5/13)
ุงูุญุฏูุซ ุธุงูุฑู ูุฌูุจ ุงูุตูู ุนููุจ ุงูุฑุคูุฉ…
Hadis ini menunjukkan shaum dilakukan untuk hari setelah terlihatnya hilal, bukan langsung di hari terlihatnya.
Dan bukan setiap orang harus melihat sendiri, tapi cukup ditetapkan secara sah melalui kesaksian.
๐ PELAJARAN PENTING
โ
Islam itu mudah dan praktis
โ
Ibadah besar ditetapkan dengan tanda alam
โ
Menolak spekulasi dan teori semata
โ
Menjaga kesatuan umat
๐ RELEVANSI MASA KINI
Hari ini muncul:
๐ก Hisab astronomi murni
๐ฑ Aplikasi kalender otomatis
Hadis ini menegaskan:
โก Hisab boleh membantu, tapi tidak menggantikan ruโyah
โก Keputusan syariat tetap pada penglihatan nyata
Ini menjaga:
โ Kepastian ibadah
โ Persatuan umat
โ Kesederhanaan syariat
โ
KESIMPULAN
๐ Awal dan akhir Ramadhan ditetapkan dengan ruโyatul hilal
๐ Jika terhalang โ genapkan 30 hari
โ Hisab tidak berdiri sendiri sebagai penentu
๐ Inilah manhaj Rasulullah ๏ทบ dan ijmaโ sahabat














































