PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI

PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI

PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI

Oleh: Mohammad Natsir (Allahu Yarham)

Mohammad Natsir, wakil President Rabithah ‘Alam Al-Islami yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri RI, serta bekas Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam pernah berkhutbah didepan para santri Pesantren Pesatuan Islam pada hari selasa, 25 April 1978 di JL. Pajagalan no. 14 Bandung.

Didepan ratusan siswa dan siswi Pesantren Persatuan Islam yang tergabung dalam organisasi Rijalul Ghad dan Ummahatul Ghad, Mohammad Natsir berfatwa dengan menyitir ayat Al-Quran dari surat Maryam:

….رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا……………… وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي………………………………

“Oh Tuhanku Seseungguhnya sendi-sendi tulangku telah kaku da lemah, dan rambutku telah penuh dengan uban… Dan sesungguhnya aku khawatir tentang keturunan (generasi) ku yang (berbaris) di belakangku (untuk menghadapi zaman mendatang).” (QS. Maryam: 4-5). Keprihatinan Nabi Zakaria yang dido’akan kepada Tuhan).

Para Ulama banyak yang wafat, bagaikan pelepah yang jatiuh satu persatu, namun belum terlihat benih-beih baru dari generasi muda muslim untuk menjadi generasi penggantinya, sedangkan daftar kewafatan akan tetap bertambah, takkan dapat ditahan dengan keinginan hati, akan terus bertambah, tiap hari, tiap minggu, tiap bulan dan tiap tahun, namun manakah generasi yang menggantikan mereka??
Sebenarnya tidak sedikit dari kalangan generasi muda muslim yam memiliki bakat dan bahan untuk menjadi ‘Ulama Islam sebagai pelanjut gagasan garis “da’watul Islamiyyah” yang diwaritskan para ‘Ulama yang telah wafat tiada, mnyebarluaskan ajaran Islam, sebagai ajaran Tuhan yang sempurna, yang ajdi bahan ijtihad, tafakkur dan tadabbur untuk kemaslahatan hidup di dunia dan di akhirat.
Menjadi “Da’i” memang bukan pekerjaan yang kelihatannya gagah dan indah, namun merupakan pekerjaan yang sangat urgent dan fundamentil bagi ummat manusia, itulah sebabnya dalam pekerjaan tersebut sangat diperlukan keikhlasan yang berdasarkan pada “liLLahi Ta’ala”, berdasarkan kepada Iman dan Taqwa kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

Pada akhir fatwanya, Mohammad Natsir berharap, agar generasi muda muslim mulai bersiap siaga untuk menggantikan para ‘Ulama yang lanjut tua dan wafat meninggalkan dunia fana ini, janganlah ajaran Islam menjadi padam, aqidah menjadi kandas, dikarenakan ‘Ulama Islam “tidak patah tumbuh, hilang berganti”, dan beliau tetap khawatir “Inni Khiftul Mawaaliyya min waraa_…….i”

Demikianlah kunjungan Mohammad Natsir ke Pesantren Persatuan Islam yang fatwanya sangat cenderung ditujukan kepada generasi muda muslim, agar menjadi tergugah, mengetahui hakikat ‘Ulama bagi umat manusia, QUM Faandzir….!!!

*Disarikan Muhammad Rivan dari Majalah Risalah No. 178 Th.XVII

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *