MAKAN DAN MINUM KARENA LUPA SAAT SHAUM: TIDAK MEMBATALKAN IBADAH

MAKAN DAN MINUM KARENA LUPA SAAT SHAUM: TIDAK MEMBATALKAN IBADAH

๐Ÿ“š MAKAN DAN MINUM KARENA LUPA SAAT SHAUM: TIDAK MEMBATALKAN IBADAH ๐Ÿ“š

๐Ÿ–‹๏ธ Muhammad Rivan, M.Pd

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ : ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุณููŠูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุตูŽุงุฆูู…ูŒุŒ ููŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุดูŽุฑูุจูŽุŒ ููŽู„ู’ูŠูุชูู…ู‘ูŽ ุตูŽูˆู’ู…ูŽู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽุทู’ุนูŽู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุณูŽู‚ูŽุงู‡ู

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah ๏ทบ bersabda: โ€œBarang siapa lupa dalam keadaan shaum lalu ia makan atau minum, maka hendaklah ia menyempurnakan shaumnya, karena sesungguhnya Allah-lah yang memberi makan dan minum kepadanya.โ€ (Muttafaq โ€˜alaih โ€” HR. al-Bukhari no. 1933 dan Muslim no. 1155)

Dan dalam riwayat lain:

ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑูŽ ูููŠ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู†ูŽุงุณููŠู‹ุง ููŽู„ูŽุง ู‚ูŽุถูŽุงุกูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉูŽ

โ€œBarang siapa berbuka di bulan Ramadhan karena lupa, maka

tidak ada qadha dan tidak ada kaffarah baginya.โ€(HR. al-Hakim โ€” shahih)

๐Ÿง  PENJELASAN SECARA UMUM

Hadis ini menunjukkan bahwa:

โœ… Makan dan minum karena lupa saat shaum tidak membatalkan shaumโœ… Tidak berdosa dan tidak wajib qadhaโœ… Shaumnya tetap sah dan dilanjutkan

Karena perbuatan tersebut:

โžก Tanpa niatโžก Di luar kesengajaanโžก Bahkan dianggap sebagai rezeki dari Allah

๐Ÿ“š PENJELASAN PARA ULAMA

๐Ÿ“– Muhammad bin Ismail al-Shan’ani โ€“ Subulus Salam (3/330)

Beliau berkata:

ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ุฏูŽู„ููŠู„ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุดูŽุฑูุจูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฌูŽุงู…ูŽุนูŽ ู†ูŽุงุณููŠู‹ุง ู„ูุตูŽูˆู’ู…ูู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠููู’ุทูุฑูู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ู„ูุฏูŽู„ูŽุงู„ูŽุฉู ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู: ยซููŽู„ู’ูŠูุชูู…ู‘ูŽ ุตูŽูˆู’ู…ูŽู‡ูยป ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุตูŽุงุฆูู…ูŒ ุญูŽู‚ููŠู‚ูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูู…ู’ู‡ููˆุฑู

โ€œHadis ini menjadi dalil bahwa siapa yang makan, minum, atau berhubungan (suami-istri) karena lupa shaumnya tidak batal. Karena sabda Nabi: โ€˜Maka hendaklah ia menyempurnakan shaumnyaโ€™ menunjukkan bahwa ia tetap dianggap sedang shaum sungguhan. Dan ini adalah pendapat mayoritas ulama.โ€

โžก Lupa tidak merusak ibadah.

๐Ÿ“– Abdullah bin Shalih Al-Fauzan โ€“ Minhah al-โ€˜Allam (5/36)

Beliau menjelaskan:

ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ุฏูŽู„ููŠู„ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุดูŽุฑูุจูŽ ููŽุตูŽูˆู’ู…ูู‡ู ุตูŽุญููŠุญูŒ ู„ูŽุง ู†ูู‚ู’ุตูŽุงู†ูŽ ูููŠู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุฅูุซู’ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ู„ูุนูŽุฏูŽู…ู ุงู„ู’ู‚ูŽุตู’ุฏูุŒ ุจูŽู„ู’ ู‡ููˆูŽ ุฑูุฒู’ู‚ูŒ ุณูŽุงู‚ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู

โ€œHadis ini menjadi dalil bahwa siapa yang makan atau minum karena lupa, maka shaumnya sah, tidak berkurang pahalanya, dan tidak berdosa, karena tidak ada unsur kesengajaan. Bahkan itu adalah rezeki yang Allah alirkan kepadanya.โ€

โžก Karena itu tidak ada qadha.

๐Ÿ“– Abdullah Al-Bassam โ€“ Taudhihul Ahkam (3/499)

Beliau menerangkan hikmahnya:

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ุฑู‘ูุฒู’ู‚ูŽ ู„ูŽู…ู‘ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠู‡ู ู„ูู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ุชูŽุญูŽูŠู‘ูู„ูŒุŒ ุดูุจู‘ูู‡ูŽ ุงู„ุฃูŽูƒู’ู„ู ู†ูŽุงุณููŠู‹ุง ุจูู‡ูุ› ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุตูู†ู’ุนูŽ ู„ูู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ูููŠู‡ู

โ€œKarena rezeki datang dari Allah tanpa usaha hamba, maka makan karena lupa diserupakan dengannya, sebab hamba tidak punya andil di dalamnya.โ€

โžก Seolah Allah sendiri yang memberinya makan.

๐Ÿ“– Al-Husain bin Muhammad al-La’i’ al-Maghribi โ€“ Badrut Tamam (5/56)

Beliau menegaskan:

ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ูŠูŽุฏูู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ู„ูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูุฑู’ุจูŽ ุญูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูุณู’ูŠูŽุงู†ู ู„ูŽุง ูŠูููŽุทู‘ูุฑูŽุงู†ูุŒ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุธูŽุงู‡ูุฑูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู: ยซููŽู„ู’ูŠูุชูู…ู‘ูŽ ุตูŽูˆู’ู…ูŽู‡ูยป ูŠูŽุฏูู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽู‚ูŽุงุกู ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู

โ€œHadis ini menunjukkan bahwa makan dan minum karena lupa tidak membatalkan shaum, karena sabda โ€˜maka sempurnakan shaumnyaโ€™ menunjukkan shaum tersebut masih tetap ada.โ€

โžก Jika batal, tentu Nabi ๏ทบ memerintahkan qadha.

๐Ÿ“Œ PELAJARAN YANG BISA DIPETIK

โœ… Islam penuh rahmat dan kemudahanโœ… Lupa dimaafkan dalam ibadahโœ… Allah Maha Lembut kepada hamba-Nyaโš  Yang membatalkan adalah sengaja, bukan lupa

๐ŸŒ RELEVANSI HARI INI

Kadang saat shaum:

๐Ÿ˜ต Lupa minum karena haus๐Ÿฝ Refleks makan sedikit๐Ÿ˜ณ Baru sadar setelahnya

โžก Jangan panik โ€” shaum tetap sah!โžก Langsung berhenti dan lanjutkan shaum sampai maghrib.

โœ… KESIMPULAN

๐ŸŸข Makan dan minum karena lupa tidak membatalkan shaum๐ŸŸข Tidak berdosa dan tidak wajib qadha๐ŸŸข Shaum tetap sah dan diteruskan๐Ÿ“– Ini bukti luasnya rahmat Allah dalam syariat Islam

Semoga Allah menerima shaum kita dengan penuh ampunan dan keberkahan ๐Ÿคฒ

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *