KEKUASAAN DI HIJAZ (Bagian 1: Dari Nabi Ismā‘īl a.s. hingga Khuzā‘ah)

KEKUASAAN DI HIJAZ (Bagian 1: Dari Nabi Ismā‘īl a.s. hingga Khuzā‘ah)

KEKUASAAN DI HIJAZ (Bagian 1: Dari Nabi Ismā‘īl a.s. hingga Khuzā‘ah)

(Disarikan dari Kitab Ar-Raḥīq al-Makhtūm karya Ṣhafiyyur-Raḥmān al-Mubārakfūrī)

Oleh: Muhammad Rivan, M.Pd

1️⃣ Kepemimpinan Nabi Ismā‘īl a.s. di Mekkah

Setelah membangun Ka‘bah bersama ayahnya,

Ismail a.s. menetap di Mekkah dan memegang kepemimpinan di sana.

Beliau:

Mengurus Ka‘bah

Mengajarkan tauhid

Menjadi pemimpin masyarakat Mekkah

Beliau wafat pada usia sekitar 137 tahun.

Sepeninggal beliau, kepemimpinan beralih kepada dua putranya secara berurutan:

Nabat

Qaidar (ada pendapat menyatakan Qaidar lebih dahulu)

Namun setelah itu, kekuasaan beralih kepada pemimpin Jurhum, yaitu:

Mudhadh bin ‘Amr al-Jurhumi

Sejak saat itu, Bani Jurhum memegang kekuasaan politik di Mekkah.

Walaupun anak keturunan Ismā‘īl tetap dihormati karena nasab dan kemuliaan Ka‘bah, mereka tidak lagi memiliki otoritas pemerintahan.

2️⃣ Kemunduran Jurhum dan Tekanan Eksternal

Seiring waktu:

Wibawa Bani Jurhum melemah

Ketertiban di Mekkah menurun

Pada masa itu muncul tekanan dari kekuatan luar, termasuk serangan dari raja Babilonia:

👑 Nebuchadnezzar II

Dalam peperangan melawan bangsa Arab di Dzātu ‘Irq, komandan Arab bukan lagi dari Jurhum. Ini menunjukkan bahwa posisi politik mereka telah merosot.

Pada masa tekanan Babilonia (sekitar 587 SM):

Bani ‘Adnān berpencar

Ma‘add bin ‘Adnān hijrah ke Syam

Setelah situasi mereda, Ma‘add kembali ke Mekkah

Ia hanya mendapati sisa-sisa Jurhum, lalu menikah dengan Mu‘ānah binti Jursyum dan melahirkan Nazar.

3️⃣ Kezaliman Jurhum dan Hilangnya Kekuasaan

Menjelang runtuhnya kekuasaan mereka, Bani Jurhum:

Berlaku zalim terhadap para peziarah

Mengambil harta Ka‘bah secara tidak sah

Tindakan ini menimbulkan kemarahan suku-suku Arab lainnya.

Ketika Bani Khuzā‘ah datang dan menetap di Marru Zhahrān, mereka bersekutu dengan sebagian Bani ‘Adnān dan:

⚔ menyerang Jurhum
⚔ mengusir mereka dari Mekkah

Sejak pertengahan abad ke-2 Masehi, kekuasaan Mekkah beralih kepada:

🏛 Bani Khuzā‘ah
4️⃣ Penguburan Sumur Zamzam

Saat meninggalkan Mekkah, pemimpin Jurhum:

‘Amru bin al-Ḥārits al-Jurhumi

Menutup dan mengubur sumur Zamzam

Mengubur benda-benda berharga Ka‘bah

Membawa sebagian perlengkapan Ka‘bah

Lalu hijrah ke Yaman

Zamzam kemudian hilang selama berabad-abad hingga ditemukan kembali oleh kakek Nabi ﷺ.

5️⃣ Sistem Kepemimpinan Ritual di Mekkah

Walaupun Khuzā‘ah menguasai Mekkah, beberapa tugas ritual haji dipegang oleh kabilah lain dari Mudhar:

A. Shaufah (Bani Ghauts bin Murrah)

Bertugas:

Mengatur keberangkatan jamaah dari ‘Arafah ke Muzdalifah

Memberi izin melempar jumrah di Mina

Tak seorang pun boleh mendahului mereka.

B. Bani ‘Udwān

Bertugas mengatur ifādhah (pergerakan) dari Muzdalifah menuju Mina.

C. Bani Tamīm bin ‘Adī (dari Kinānah)

Memegang wewenang an-nasī’, yaitu:

Menangguhkan bulan-bulan haram

Mengubah kalender demi kepentingan politik atau perang

Praktik ini merupakan bentuk manipulasi agama yang kelak dibatalkan Islam.

6️⃣ Masa Kekuasaan Khuzā‘ah

Bani Khuzā‘ah berkuasa di Mekkah sekitar:

📆 ± 300 tahun

Pada masa ini:

Bani ‘Adnān tersebar ke Najd, Irak, dan Bahrain

Quraisy masih belum memegang kekuasaan penuh

Ka‘bah tetap menjadi pusat spiritual Arab

Kekuasaan Khuzā‘ah terus berlangsung hingga muncul tokoh penting:

👤 Qusayy ibn Kilab

Dialah yang kelak mengembalikan kekuasaan Mekkah ke tangan Quraisy dan menata ulang sistem kepemimpinan di sana.

(Bagian berikutnya akan membahas kebangkitan Qushay dan lahirnya sistem politik Quraisy.)

📚 Pelajaran Penting (Ibrah)
1️⃣ Kekuasaan tanpa amanah pasti runtuh

Jurhum runtuh bukan karena kalah perang semata, tetapi karena:

Penyalahgunaan kekuasaan

Mengkhianati kesucian Ka‘bah

➡ Ketika agama diperalat, kehancuran tinggal menunggu waktu.

2️⃣ Allah menjaga Ka‘bah meski manusia berganti

Mekkah berpindah tangan:

Ismā‘īl → Jurhum → Khuzā‘ah → Quraisy

Namun:

🕋 Ka‘bah tetap menjadi pusat sejarah
🕋 Tetap dijaga Allah

Ini menunjukkan penjagaan Ilahi atas rumah-Nya.

3️⃣ Politik Arab pra-Islam berbasis kabilah, bukan negara

Kekuasaan:

Tidak terpusat

Tidak berbentuk kerajaan nasional

Lebih berbasis kehormatan suku

Islam kelak mengubah struktur ini menjadi:

✔ Negara berbasis aqidah
✔ Kepemimpinan berbasis syariat

4️⃣ Manipulasi agama sudah ada sebelum Islam

Praktik an-nasī’ menunjukkan:

❗ hukum agama diubah demi kepentingan politik
❗ bulan haram dimajukan atau diundur sesuai kebutuhan perang

Islam datang untuk:

🕋 mengembalikan kemurnian syariat
🕋 menghapus manipulasi waktu dan ibadah

5️⃣ Persiapan Ilahi Menuju Kelahiran Nabi ﷺ

Berabad-abad sebelum Nabi lahir:

Sumur Zamzam disembunyikan

Kepemimpinan Quraisy belum bangkit

Mekkah belum tertata

Semua ini seperti panggung yang sedang disiapkan.

Kelak:

🌟 Zamzam ditemukan kembali
🌟 Quraisy dipersatukan oleh Qushay
🌟 Dari keluarga inilah lahir Nabi Muhammad ﷺ

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *