ADZAN & IQAMAH UNTUK SHALAT YANG TERLEWAT KARENA TIDUR โ€“ Syarah Hadis Bulughul Maram (Ustadz Muhammad Rivan, M.Pd)

ADZAN & IQAMAH UNTUK SHALAT YANG TERLEWAT KARENA TIDUR โ€“ Syarah Hadis Bulughul Maram (Ustadz Muhammad Rivan, M.Pd)

๐Ÿ“ข ADZAN & IQAMAH UNTUK SHALAT YANG TERLEWAT KARENA TIDUR ๐Ÿ“ข

๐Ÿ–‹๏ธ Muhammad Rivan, M.Pd

ูˆุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‚ูŽุชูŽุงุฏูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู โ€“ ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ุงู„ุทู‘ูŽูˆููŠู„ู ูููŠ ู†ูŽูˆู’ู…ูู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู โ€“ {ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฐู‘ูŽู†ูŽ ุจูู„ูŽุงู„ูŒ ุŒ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนู ูƒูู„ู‘ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู } ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ.

Dari Abu Qatadah ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€” dalam hadis panjang tentang mereka (para sahabat) tidur sampai terlewat shalat โ€”
โ€œKemudian Bilal mengumandangkan adzan, lalu Nabi ๏ทบ shalat sebagaimana beliau biasa kerjakan setiap hari.โ€
(HR. Muslim no. 683)

๐Ÿง  PENJELASAN UMUM HADIS

Hadis ini berbicara tentang kasus khusus ketika para sahabat tidur sehingga mereka terlewat shalat pada waktunya. Dalam situasi tersebut:

๐Ÿ“ Bilal tetap diperintahkan mengumandangkan adzan
๐Ÿ“ Nabi ๏ทบ tetap melaksanakan shalat
๐Ÿ“ Tindakan ini menunjukkan bahwa adzan & iqamah juga sah dilakukan untuk shalat yang terlewat karena tidur atau lupa

Ini memperluas fungsi adzan tidak hanya untuk waktu shalat yang datang tepat waktu, tetapi juga untuk yang terlewat karena sebab yang dibenarkan syariat (mis. tidur).

๐Ÿ“š PENJELASAN PARA ULAMA

๐Ÿ”น Imam Ash-Shanโ€˜ani โ€“ Subulus Salam (1/419)

ูููŠู‡ู ุฏูŽู„ูŽุงู„ูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุดูŽุฑู’ุนููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ุชู‘ูŽุฃู’ุฐููŠู†ู ู„ูู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ููŽุงุฆูุชูŽุฉู ุจูู†ูŽูˆู’ู…ู ุŒ ูˆูŽูŠูู„ู’ุญูŽู‚ู ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ุณููŠู‘ูŽุฉูŽ

Hadis ini menunjukkan bahwa adzan disyariatkan untuk shalat yang terlewat karena tidur, dan hadis termasuk juga untuk shalat yang lupa.

ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฌูŽู…ูŽุนูŽู‡ูู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู…

Karena Nabi ๏ทบ menggabungkan keduanya dalam hukum โ€” disebutkan dalam hadis lain: โ€œBarang siapa tidur atau lupa shalatโ€ฆโ€ โ€” tidak membedakan antara cara terlewatnya, keduanya termasuk wajib ditegakkan kembali.

๐Ÿ“– Penjelasan:
Ash-Shanโ€˜ani menegaskan bahwa hadis Abu Qatadah berbicara tentang kepastian disyariโ€™atkannya adzan & iqamah untuk shalat yang terlewat (bukan hanya untuk shalat awal).

๐Ÿ”น Abdullah bin Shalih Al-Fauzan โ€“ Minhah al-โ€˜Allam (1/206)

ุงู„ุญุฏูŠุซ ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ู…ุดุฑูˆุนูŠุฉ ุงู„ุฃุฐุงู† ูˆุงู„ุฅู‚ุงู…ุฉ ู„ู„ุตู„ุงุฉ ุงู„ูุงุฆุชุฉ ุจู†ูˆู…ุŒ ูˆุฃู„ุญู‚ ุจู‡ุง ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุงู„ุตู„ุงุฉ ุงู„ู…ู†ุณูŠุฉ

Hadis ini menjadi dalil bahwa adzan & iqamah disyariatkan untuk shalat yang terlewat karena tidur, dan para ulama menggabungkannya juga dengan shalat yang terlupakan.

ู„ุฃู†ู‘ูŽู‡ ุตู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู… ุฌู…ุนู‡ู…ุง ููŠ ุงู„ุญูƒู……

Karena Nabi ๏ทบ menyatukan hukum keduanya dalam sabda beliau: โ€œBarang siapa tidur atau lupaโ€ฆโ€ menunjukkan bahwa keduanya harus ditegakkan kembali.

๐Ÿ“– Penjelasan:
Al-Fauzan menekankan bahwa jika adzan belum pernah dikumandangkan di suatu tempat (mis. di padang) dan kemudian terus terlewat semua shalat karena tidur, maka adzan & iqamah tetap dianjurkan untuk menegakkan shalat yang tertinggal.

๐Ÿ”น Abdullah Al-Bassam โ€“ Taudhihul Ahkam (1/523)

ู…ุดุฑูˆุนูŠุฉ ุงู„ุฃุฐุงู† ูˆุงู„ุฅู‚ุงู…ุฉ ู„ู„ุตู„ุงุฉ ุงู„ูุงุฆุชุฉ ุจู†ูŽูˆู’ู…ูุŒ ูˆู…ุซู„ู‡ุง ุงู„ู…ู†ุณูŠู‘ูŽุฉ

Disyariatkan adzan & iqamah untuk shalat yang terlewat karena tidur dan juga untuk shalat yang terlupa (manลŸiyyah), karena keduanya adalah bentuk pelaksanaan kewajiban (adฤn) bukan sekadar pengguguran waktu.

ูˆููŠู‡ ุฏู„ูŠู„ูŒ ุนู„ู‰ ุฃู†ู‘ูŽ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุงู„ู…ู‚ุถูŠู‘ูŽุฉ… ุชูุดุฑูŽุนู ู„ูŽู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉ

Dalam hadis ini ada dalil bahwa shalat qadha (yang tertinggal) boleh dan dianjurkan dilaksanakan berjamaah, seperti shalat yang dilakukan tepat waktu.

๐Ÿ“– Penjelasan:
Al-Bassam menambahkan bahwa shalat yang terlambat karena tidur atau lupa tetap memiliki nilai ibadah yang sama seperti shalat berjamaah pada waktunya, bahkan bisa dilakukan dengan tata cara yang sama.

๐ŸŒฟ PELAJARAN YANG BISA DIPETIK

โœ… Adzan & iqamah bukan hanya untuk shalat yang tepat waktu saja
โœ… Shalat yang terlewat akibat tidur atau lupa tetap wajib ditegakkan
โœ… Sunnah adzan & iqamah berlaku juga dalam kasus qadha
โœ… Syariat Islam memberi kemudahan tanpa menghilangkan ketertiban ibadah
โœ… Jamaah tetap dianjurkan untuk shalat qadha secara berjamaah

๐ŸŒ RELEVANSI DI ZAMAN SEKARANG

๐Ÿ“Œ Banyak orang tidur panjang atau lupa waktu saat sibuk
๐Ÿ“Œ Tidak cukup hanya shalat sendiri; adzan & iqamah membantu jamaah kembali ke ibadah
๐Ÿ“Œ Di daerah terpencil tanpa adzan awal, adzan qadha berfungsi sebagai panggilan kebenaran
๐Ÿ“Œ Teknologi (alarm, pengeras suara) dapat membantu menghindari qadha

๐Ÿ“Œ KESIMPULAN

Hadis Abu Qatadah ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ menunjukkan bahwa:

โœ” Adzan & iqamah dipakai bahkan untuk qadha shalat
โœ” Nabi ๏ทบ tetap melaksanakan shalat setelah Bilal adzan
โœ” Islam mengatur adhan & iqamah secara fleksibel tetapi tertib
โœ” Shalat yang terlewat tetap harus ditegakkan dan bisa berjamaah
โœ” Syariat ini penuh hikmah, memberi kemudahan sekaligus disiplin

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *