KEKUASAAN DI HIJAZ (Bagian 3: Pembagian Kekuasaan Pasca Qushay)
(Disarikan dari Kitab Ar-Raḥīq al-Makhtūm karya Ṣhafiyyur-Raḥmān al-Mubārakfūrī)
Oleh: Muhammad Rivan, M.Pd
1️⃣ Awal Perselisihan Keturunan Qushay
Setelah wafatnya
👤 Qusayy ibn Kilab,
seluruh kewenangan tetap dijalankan oleh anak-anaknya tanpa konflik berarti.
Namun, setelah wafatnya
👤 Abd Manaf,
muncul perselisihan antara keturunannya dan keturunan ‘Abd ad-Dār mengenai hak-hak jabatan yang diwariskan Qushay.
Quraisy hampir terpecah menjadi perang terbuka. Akan tetapi, mereka memilih jalan damai dengan membagi jabatan.
2️⃣ Pembagian Jabatan Strategis
Hasil kesepakatan menetapkan:
🟢 Untuk Keturunan ‘Abd Manāf:
Siqāyah (penyediaan air bagi jamaah haji)
Rifādah (penyediaan makanan bagi jamaah haji)
🔵 Untuk Keturunan ‘Abd ad-Dār:
Dār an-Nadwah
Panji perang
Hijābah (penjaga kunci Ka‘bah)
Pembagian ini menenangkan konflik besar di tubuh Quraisy.
3️⃣ Terpilihnya Hāsyim
Keturunan ‘Abd Manāf melakukan undian untuk menentukan siapa yang memegang siqāyah dan rifādah. Undian jatuh kepada:
👤 Hashim ibn Abd Manaf
Beliau memegang jabatan itu sepanjang hidupnya.
Setelah wafatnya, jabatan tersebut berpindah secara berurutan kepada:
1️⃣ Al-Muttalib ibn Abd Manaf
2️⃣ Abd al-Muttalib
3️⃣ Anak-anaknya, hingga masa Islam
4️⃣ Pada masa Nabi ﷺ, jabatan siqāyah berada di tangan
👤 Al-Abbas ibn Abd al-Muttalib
Inilah garis keluarga yang kelak melahirkan:
👤 Muhammad ﷺ
4️⃣ Struktur Pemerintahan Quraisy
Selain jabatan utama tadi, Quraisy memiliki sejumlah posisi lain yang menunjukkan adanya sistem pemerintahan kolektif (semi-oligarki suku).
Berikut pembagiannya:
1️⃣ Al-‘Isār (Bani Jumah)
Penanganan api sumpah pada berhala untuk pengambilan keputusan penting.
2️⃣ Tahjīr al-Anwāl (Bani Sahm)
Mengurus persembahan dan nazar kepada berhala, serta penyelesaian konflik dan persekutuan.
3️⃣ Permusyawaratan (Bani Asad)
Mewakili suara dalam konsultasi dan keputusan penting.
4️⃣ Al-Asynāq (Bani Taim)
Mengatur pembayaran diyat (tebusan darah) dan denda.
5️⃣ Al-‘Uqāb (Panji Perang – Bani Umayyah)
Memegang panji dalam peperangan, simbol kehormatan militer.
6️⃣ Al-Qubbah (Bani Makhzūm)
Mengurus perlengkapan militer dan pasukan berkuda.
7️⃣ As-Sifārah (Bani ‘Adī)
Urusan diplomasi dan perwakilan luar negeri.
Tokoh terkenal dari Bani ‘Adī di masa Islam adalah:
👤 Umar ibn al-Khattab
5️⃣ Bentuk Pemerintahan Quraisy
Struktur ini menunjukkan bahwa Quraisy telah membentuk:
✔ Sistem pembagian kekuasaan
✔ Pembatasan fungsi
✔ Musyawarah elite
✔ Distribusi tanggung jawab antarkabilah
Walaupun berbasis kesukuan, sistem ini menyerupai:
Dewan aristokrat
Parlemen oligarkis
Pemerintahan kolektif pra-negara
Namun kekuasaan tetap berada di tangan elite bangsawan, bukan rakyat umum.
📚 Pelajaran Penting (Ibrah)
1️⃣ Islam lahir di tengah sistem politik mapan
Nabi ﷺ tidak muncul di masyarakat tanpa struktur, tetapi di:
Kota terorganisasi
Masyarakat berpengaruh
Sistem politik kuat
Ini membuat dakwah beliau langsung berdampak luas.
2️⃣ Konflik diselesaikan dengan kompromi
Walau hampir perang, Quraisy memilih:
✔ musyawarah
✔ pembagian kekuasaan
Ini menunjukkan budaya diplomasi sudah hidup di Mekkah.
3️⃣ Kekuasaan ekonomi haji sangat strategis
Siqāyah dan rifādah bukan sekadar pelayanan sosial, tetapi:
Sumber kehormatan
Sumber pengaruh
Sumber legitimasi
Tidak mengherankan bila keluarga Hāsyim menjadi paling dihormati.
4️⃣ Allah menempatkan Nabi ﷺ di keluarga paling terhormat
Nabi ﷺ lahir dari:
Keluarga pemegang pelayanan haji
Bani Hāsyim
Garis kepemimpinan sosial dan religius
Ini memberi beliau:
✔ kredibilitas moral
✔ perlindungan sosial
✔ posisi terhormat di mata Arab
5️⃣ Sistem Jahiliyah kuat, tapi rapuh secara spiritual
Struktur politik Quraisy maju, namun:
Berbasis kesukuan
Penuh praktik berhala
Tidak berlandaskan wahyu
Islam datang bukan untuk menghancurkan sistem sosialnya, tetapi untuk:
🕊 menyucikan aqidah
⚖ meluruskan keadilan
🕌 mengembalikan tauhid














































