Bangsa Arab – Bagian 1
(Disarikan dari Kitab Ar-Raḥīq al-Makhtūm karya Ṣafiyyur-Raḥmān al-Mubārakfūrī)
Oleh: Muhammad Rivan, M.Pd
Para sejarawan membagi bangsa Arab berdasarkan silsilah keturunan dan asal-usul sejarahnya menjadi tiga golongan besar, yaitu:
1. Arab Bā’idah (العرب البائدة)
Arab Bā’idah adalah bangsa Arab purba yang telah punah dan tidak lagi dapat ditelusuri secara rinci sejarah kehidupan mereka. Keberadaan mereka diketahui melalui riwayat-riwayat sejarah dan sebagian dikisahkan dalam Al-Qur’an.
Di antara mereka adalah:
‘Ād, Tsamūd, Thasm, Jadīs, ‘Imlāq, Umaim, Jurhum (pertama), Ḥaḍūr, Wabār, ‘Abīl, Jāsim, Ḥaḍramaut, dan lainnya.
Mereka hidup pada masa sangat lampau dan banyak yang dibinasakan karena kedurhakaan kepada Allah, sehingga menjadi pelajaran bagi generasi setelahnya.
2. Arab ‘Āribah (العرب العاربة)
Arab ‘Āribah adalah bangsa Arab asli yang berasal dari keturunan:
Ya‘rub bin Yasyjub bin Qaḥṭān
Karena itu mereka dikenal sebagai Arab Qaḥṭāniyyah.
Wilayah asal mereka adalah Yaman, yang kemudian berkembang menjadi pusat peradaban Arab kuno dan melahirkan berbagai kabilah besar yang berpengaruh dalam sejarah Jazirah Arab.
Rumpun Besar Qaḥṭān
Bangsa Qaḥṭān terbagi menjadi dua rumpun utama:
a. Kabilah Ḥimyar
Di antara suku-suku terkenalnya:
Zaid al-Jumhūr
Qaḍā‘ah
Sakāsik
Mereka dikenal memiliki kekuatan politik dan kerajaan besar di Yaman.
b. Kabilah Kahlān
Dari rumpun ini lahir banyak kabilah penting, di antaranya:
Hamdān, Anmār, Ṭayyi’, Madhḥij, Kindah, Lakhm, Judzām, Azd, Aus, Khazraj, serta keturunan Jafnah yang menjadi raja-raja di wilayah Syam.
Hijrah Besar Suku Kahlān
Menjelang runtuhnya Bendungan Ma’rib, terjadi perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Yaman. Peristiwa ini diperparah oleh:
Tekanan kekuasaan Romawi
Dikuasainya jalur perdagangan laut
Lumpuhnya jalur perdagangan darat Mesir–Syam
Persaingan internal dengan kabilah Ḥimyar
Akibatnya, banyak kabilah Kahlān melakukan hijrah besar-besaran ke berbagai wilayah Jazirah Arab.
Hijrah tersebut terbagi menjadi empat kelompok utama:
1. Kabilah Azd
Dipimpin oleh ‘Imrān bin ‘Amr Muzaiqiyā’.
Mereka bergerak ke utara dan timur Jazirah Arab. Sebagian menetap di wilayah Ḥijāz, khususnya Madinah.
Dari keturunan mereka lahirlah:
Aus dan Khazraj, yang kelak menjadi kaum Anṣār, penolong Rasulullah ﷺ dalam perjuangan dakwah Islam.
2. Lakhm dan Judzām
Mereka berpindah ke wilayah Irak dan Syam.
Tokoh terkenal dari keturunan mereka adalah:
Naṣr bin Rabī‘ah, nenek moyang raja-raja al-Mundzir di kota Ḥīrah.
3. Bani Ṭayyi’
Hijrah ke wilayah utara dan menetap di antara dua gunung terkenal:
Aja’ dan Salmā
Sejak itu wilayah tersebut dikenal sebagai Jabal Ṭayyi’, yang penduduknya terkenal dengan keberanian dan kedermawanan.
4. Kindah
Perjalanan mereka cukup panjang:
Bahrain → Ḥaḍramaut → Najd
Di Najd mereka sempat membangun kerajaan besar dan kuat, namun akhirnya runtuh dan tidak meninggalkan pengaruh besar dalam sejarah selanjutnya.
Selain itu terdapat pula kabilah Qaḍā‘ah dari rumpun Ḥimyar yang hijrah ke wilayah pinggiran Irak, meskipun para sejarawan berbeda pendapat tentang asal-usul nasab mereka.
3. Arab Musta‘ribah (العرب المستعربة)
Arab Musta‘ribah adalah bangsa Arab yang “terarabkan”, yaitu keturunan:
Nabi Ismā‘īl عليه السلام, putra Nabi Ibrāhīm عليه السلام.
Nabi Ibrāhīm berasal dari wilayah ‘Irāq, dari kota Ur (Ar) di tepi barat Sungai Eufrat, tidak jauh dari Kufah.
Beliau kemudian berhijrah ke:
Ḥarrān
Palestina
Dan menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat dakwah tauhid kepada Allah.
Kisah Hājar dan Mata Air Zamzam
Dalam salah satu perjalanan ke Mesir, Raja Fir‘aun berusaha mencelakai Sārah, istri Nabi Ibrāhīm عليه السلام. Namun Allah melindunginya, sehingga Fir‘aun menyadari kesalehan Sārah.
Sebagai bentuk penghormatan — atau karena takut akan azab Allah — Fir‘aun menghadiahkan seorang wanita bernama Hājar kepada Sārah.
Sārah kemudian menikahkan Hājar dengan Nabi Ibrāhīm عليه السلام.
Dari pernikahan itu lahirlah Ismā‘īl عليه السلام.
Atas perintah Allah, Nabi Ibrāhīm membawa Hājar dan Ismā‘īl menuju:
Lembah Makkah yang tandus di sekitar Baitullah
Saat itu tidak ada penduduk dan tidak ada sumber air.
Ketika bekal habis dan keadaan sangat sulit, Allah memancarkan mata air Zamzam, yang menjadi sumber kehidupan bagi mereka dan tidak pernah kering hingga hari ini.
Datangnya Kabilah Jurhum
Beberapa waktu kemudian datanglah kabilah Jurhum dari Yaman. Mereka meminta izin kepada Hājar untuk menetap di sekitar Makkah.
Dengan izin tersebut, mereka tinggal bersama Ismā‘īl dan ibunya.
Dari keturunan Nabi Ismā‘īl inilah lahir bangsa Arab ‘Adnāniyyah, termasuk:
Suku Quraisy
Nabi Muhammad ﷺ
Pelajaran yang Dapat Dipetik (Ibrah):
– Kedurhakaan membawa kehancuran
– Bangsa Arab Bā’idah dibinasakan karena menolak kebenaran, menjadi peringatan bagi seluruh umat.
– Hijrah adalah sunnatullah dalam perjuangan
– Perpindahan suku Kahlān menunjukkan bahwa perubahan besar sering diawali dengan pengorbanan dan perpindahan demi mempertahankan kehidupan dan agama.
– Allah menyiapkan jalan bagi risalah terakhir
– Hijrahnya Hājar dan Ismā‘īl ke Makkah adalah bagian dari rencana Allah untuk melahirkan Nabi Muhammad ﷺ.
– Tawakal mendatangkan pertolongan Allah
– Di tengah padang pasir yang tandus, Allah memancarkan Zamzam sebagai bukti bahwa pertolongan-Nya datang di saat paling sulit.
– Nasab mulia harus disertai iman dan amal
– Banyak bangsa besar punah karena kufur, sementara keturunan Ismā‘īl dimuliakan karena tauhid dan ketaatan















































