25 hal tata cara SHALAT JANAZAH

25 hal tata cara SHALAT JANAZAH

DECEMBER 14, 2015 ~ NMUTTAQIEN

OIeh: Muhammad Nur Muttaqien

 

[1] Janazah laki-laki dishalatkan tepat di arah kepalanya;

Nafi’ bin Golib berkata:

هَذَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، فَلَمَّا وُضِعَتِ الْجَنَازَةُ قَامَ أَنَسٌ فَصَلَّى عَلَيْهَا، وَأَنَا خَلْفَهُ لَا يَحُولُ بَيْنِي وَبَيْنَهُ شَيْءٌ، فَقَامَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَكَبَّرَ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ

  • Ini Anas bin Malik. Saat janazah diletakkan (yaitu janazah Abdullah bin Umair), Anas berdiri. Saya dibelakang beliau. Tidak ada yang menghalangi saya dengannya sesuatupun. Beliau berdiri tepat sejajar kepalanya. Lalu bertakbir empat kali  takbir

Lalu Anas bin Malik r.a. mengatakan:

هَكَذَا كَانَ يَفْعَلُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي، عَلَى الْجَنَازَةِ كَصَلَاتِكَ يُكَبِّرُ عَلَيْهَا أَرْبَعًا، وَيَقُومُ عِنْدَ رَأْسِ الرَّجُلِ وَعَجِيزَةِ الْمَرْأَةِ

  • Seperti inilah yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w. saat beliau shalat janazah, seperti shalatmu barusan. Beliau bertakbir empat kali. Dan berdiri tepat sejajar dengan kepala janazah laki dan tempat sejajar dengan perut janazah perempuan. | SUNAN ABU DAUD Juz 3 Hal 208 No: 3194

[2] Janazah wanita dishalatkan tepat di arah tengahnya;

Samuroh bin Jundab melaporkan:

صَلَّيْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَلَّى عَلَى أُمِّ كَعْبٍ مَاتَتْ وَهِيَ نُفَسَاءُ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلصَّلَاةِ عَلَيْهَا وَسَطَهَا

  • Aku shalat janazah di belakang Nabi s.a.w., yaitu janazah Ummu Ka’ab yang meninggal sehabis melahirkan. Lalu Rasulullah s.a.w. berdiri untuk menyalatkannya, tepat di tengah badannya. | SAHIH MUSLIM juz 5 hal 77 No: 1602

[3] Takbir empat kali

Abu Hurairah r.a. berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا

  • Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. mengumumkan kematian Najasi di hari kematiannya. Lalu beliau keluar menuju mushollat, lalu membikin shaf dengan mereka, dan bertakbir empat kali. | SAHIH BUKHORI Juz 4 Hal 467 No: 1168

[4] Mengangkat kedua tangan pada takbiratul ihram

Abu Hurairah r.a. berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ عَلَى جَنَازَةٍ فَرَفَعَ يَدَيْهِ فِي أَوَّلِ تَكْبِيرَةٍ وَوَضَعَ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى

  • Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bertakbir untuk shalat janazah, lalu beliau mengangkat kedua tangannya di awal takbir, dan meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya | SUNAN TIRMIDZI Juz 4 hal 248 no 997

[5] Mengangkat tangan dalam setiap takbir;

Abdullah bin Abbas r.a. mengatakan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ عِنْدَ كُلِّ تَكْبِيرَةٍ

  • Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. adalah mengangkat kedua tangan mengiringi setiap takbir| SUNAN IBNU MAJAH Juz 3 Hal 102 No: 855

Nafi’ berkata:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ : كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي كُلِّ تَكْبِيرَةٍ عَلَى الْجِنَازَةِ.

  • Abdullah bin Umar selalu mengangkat kedua tangannya pada setiap kali takbir janazah| MUSHONNAF IBNU ABI SYAIBAH Juz 3 Hal 296 No: 11149

[6] Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri;

Abu Hurairah r.a. berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ عَلَى جَنَازَةٍ فَرَفَعَ يَدَيْهِ فِي أَوَّلِ تَكْبِيرَةٍ وَوَضَعَ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى

  • Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bertakbir untuk shalat janazah, lalu beliau mengangkat kedua tangannya di awal takbir, dan meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya| SUNAN TIRMIDZI Juz 4 hal 248 no 997

[7] Al Fatihah di takbir pertama;

Tolhah bin Abdillah bin Auf berkata:

صَلَّيْتُ خَلْفَ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَلَى جَنَازَةٍ فَقَرَأَ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ قَالَ لِيَعْلَمُوا أَنَّهَا سُنَّةٌ

  • Aku shalat di belakang Abdullah bin Abbas, yaitu shalat janazah, beliau membaca surat Al Fatihah. Beliau mengatakan: “Supaya mereka itu tahu bahwa ini adalah sunnah.” SAHIH BUKHORI Juz 5 Hal 108 No: 1249

[8] Dibaca secara sir;

Abu Umamah r.a. berkata:

السُّنَّةُ فِي الصَّلَاةِ عَلَى الْجَنَازَةِ أَنْ يَقْرَأَ فِي التَّكْبِيرَةِ الْأُولَى بِأُمِّ الْقُرْآنِ مُخَافَتَةً ثُمَّ يُكَبِّرَ ثَلَاثًا وَالتَّسْلِيمُ عِنْدَ الْآخِرَةِ

  • Yang sesuai dengan sunnah tentang shalat janazah ialah hendaknya di takbir pertama dibaca Ummul Qur’an (Surat Al Fatihah) secara sir (tidak terdengar),kemudian setelah itu bertakbir tiga kali, dan salam di akhirnya. | SUNAN NASAI juz 7 hal 90 no: 1963

[9] Boleh dibaca jahar, untuk mengajarkan bagaimana bacaan shalat janazah;

Sa’id bin Abi Sa’id berkata:

صَلَّى ابْنُ عَبَّاسٍ عَلَى جِنَازَةٍ فَجَهَرَ بِالْحَمْدُ لِلَّهِ، ثُمَّ قَالَ: «إِنَّمَا جَهَرْتُ لِتَعْلَمُوا أَنَّهَا سُنَّةٌ

  • Abdullah bin Abbas r.a. shalat janazah, beliau menjaharkan al fatihah,kemudian berkata: “Supaya kalian tahu bahwa ini adalah sunnah.” | MUSTADROK Imam Hakim Juz 1 Hal 510 No: 1323

[10] Boleh ditambah dengan bacaan surat yang lain;

Tolhah bin Abdillah bin Auf berkata:

صَلَّيْتُ خَلْفَ ابْنِ عَبَّاسٍ عَلَى جَنَازَةٍ فَقَرَأَ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَسُورَةٍ وَجَهَرَ حَتَّى أَسْمَعَنَا فَلَمَّا فَرَغَ أَخَذْتُ بِيَدِهِ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ سُنَّةٌ وَحَقٌّ

  • Aku shalat di belakang Ibnu Abbas r.a., yaitu shalat janazah, lalu beliau membaca surat Al Fatihah dan surat yang lain. Beliau menjaharkan sampai terdengar oleh kami. Usai shalat, aku pegang tangannya. Aku tanyakan. Beliau menjawab: “Sunnah dan benar.” | SUNAN NASAI juz 7 hal 88 No 1961

[11] Takbir kedua membaca shalawat kepada Nabi s.a.w.;

Seorang sahabat Nabi s.a.w. melaporkan:

أَنَّ السُّنَّةَ فِى الصَّلاَةِ عَلَى الْجَنَازَةِ أَنْ يُكَبِّرَ الإِمَامُ ، ثُمَّ يَقْرَأُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ بَعْدَ التَّكْبِيرَةِ الأُولَى سِرًّا فِى نَفْسِهِ ، ثُمَّ يُصَلِّى عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-

  • Sunnah dalam shalat janazah, Imam bertakbir, kemudian membaca surat Al Fatihah, setelah takbir pertama, dengan sir, kemudian mengucapkan sholawat kepada Nabi s.a.w. | SUNAN BAIHAQI Juz 4 Hal 39 No: 6750

[12] Takbir selebihnya mendoakan mayyit / janazah;

Rasulullah s.a.w. bersabda:

إِذَا صَلَّيْتُمْ عَلَى الْمَيِّتِ فَأَخْلِصُوا لَهُ الدُّعَاءَ

  • Apabila kalian menyalatkan mayyit, maka doakanlah dia dengan ikhlas. | SUNAN ABU DAUD juz 8 hal 491 no 2784

[13] Contoh doa untuk janazah – 1;

Rasulullah s.a.w. mengatakan dalam doa janazahnya;

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

  • Ya Allah ampunilah dia, sayangilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempat sinngahnya, luaskanlah tempat masuknya, cucilah dia dengan air, salju dan es, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagai Engkau bersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantilah untuk dia rumah yang lebih baik dari rumahnya di sunia, keluarga yang lebih baik daripada keluarganya di dunia, dan pasangan hidup yang lebih baik daripada pasangan hidupnya di dunia, masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dia dari azab kubur atau azab neraka. | SAHIH MUSLIM Juz 5 Hal 74 No 1600

[14] Contoh doa untuk janazah – 2;

Rasulullah s.a.w. mengatakan dalam doa janazahnya;

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِيمَانِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِسْلَامِ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَهُ

  • Ya Allah ampunilah untuk kami yang hidup dan yang mati, yang tua dan yang muda, yang laki-laki dan yang wanita, yang menyaksikan dan yang tidak menyaksikan. Ya Allah, siapa saja di antara Kami yang masih Engkau biarkan hidup, maka hidupkanlah dia di atas iman, dan siapa saja di antara kami yang Engkau wafatkan, maka wafatkanlah dia di atas Islam. Ya Allah, jangan Engkau haramkan pahalanya dan jangan Engkau sesatkan kami sepeninggalnya. | SUNAN ABU DAUD Juz 8 Hal 493 No: 2786

[15] Contoh doa untuk janazah – 3;

Rasulullah s.a.w. mengatakan dalam doa janazahnya;

اللَّهُمَّ إِنَّ فُلَانَ بْنَ فُلَانٍ فِي ذِمَّتِكَ وَحَبْلِ جِوَارِكَ فَقِهِ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَمْدِ اللَّهُمَّ فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

  • Ya Allah, sesungguhnya fulan bin fulan (disebut namanya dan nama ayahnya), berada dalam jaminan-Mu dan naungan-Mu, maka hindarkanlah dia dari fitnah kubur dan azab neraka. Engkau adalah Maha Menunaikan janji dan Maha Terpuji. Ya Allah, ampunilah dia dan sayangilah dia. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun Maha Penyayang | SUNAN ABU DAUD Juz 8 Hal 494 No: 2787

[16] Contoh doa untuk janazah – 4;

Rasulullah s.a.w. mengatakan dalam doa janazahnya;

اللهُمَّ عَبْدُكَ وَابْنُ أَمَتِكَ احْتَاجَ إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ، فَإِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِي إِحْسَانِهِ، وَإِنْ كَانَ مُسِيئًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ»

  • Ya Allah, dia adalah hamba-Mu, dan anak dari hamba perempuan-Mu, dia membutuhkan rahmat-Mu, dan Engkau tidak harus mengazabnya. Jika dia baik, maka tambahkanlah kebaikannya. Dan jika dia tidak baik, maka maafkanlah dia. | MU’JAMUL KABIR Tabrani Juz 22 Hal 249 No: 18499

[17] Mendoakan janazah di takbir terakhir sebelum salam;

Abu Ya’fur berkata:

عَنْ أَبِى يَعْفُورٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِى أَوْفَى قَالَ : شَهِدْتُهُ وَكَبَّرَ عَلَى جَنَازَةٍ أَرْبَعًا ، ثُمَّ قَامَ سَاعَةً يَعْنِى يَدْعُو ثُمَّ قَالَ : أَتُرَوْنِى كُنْتُ أُكَبِّرُ خَمْسًا قَالُوا : لاَ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُكَبِّرُ أَرْبَعًا.

  • Aku menyaksikan Abdullah bin Abi Aufa bertakbir untuk janazah empat kali. Kemudian beliau berdiri agak lama, yaitu berdoa. Kemudian beliau mengatakan: “Apakah menurutmu aku akan bertakbir yang kelima? Mereka menjawab: “Tidak.” Beliau berkata: “Rasulullah s.a.w. hanya bertakbir empat kali saja.” | SUNAN KUBRO Baihaqi Juz 4 Hal 35 No: 6728

[18] Salam dua kali ke kanan dan ke kiri

Abu Ya’fur berkata:

ثَلاَثُ خِلاَلٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَفْعَلُهُنَّ تَرَكَهُنَّ النَّاسُ إِحْدَاهُنَّ التَّسْلِيمُ عَلَى الْجَنَازَةِ مِثْلَ التَّسْلِيمِ فِى الصَّلاَةِ.

  • Tiga hal yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w. namun ditinggalkan oleh orang-orang. Salah satunya ialah salam dalam shalat janazah sama dengan salam dalam shalat biasa.| SUNAN KUBRO Baihaqi Juz 4 Hal 43 No: 6780

[19] Salam ke kanan satu kali

Abu Hurairah r.a. berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «صَلَّى عَلَى جِنَازَةٍ فَكَبَّرَ عَلَيْهَا أَرْبَعًا , وَسَلَّمَ تَسْلِيمَةً وَاحِدَةً»

  • Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. menyalatkan janazah, lalu beliau bertakbir empat kali takbir, dan salam satu kali salam. | SUNAN DARUQUTHNI Juz 2 Hal 433 No: 1

[20] Salam dengan suara keras

Nafi’ bin Abdullah bin Umar berkata:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ كَانَ إِذَا صَلَّى عَلَى الْجَنَائِزِ يُسَلِّمُ حَتَّى يُسْمِعَ مَنْ يَلِيهِ.

  • Abdulllah bin Umar apabila menyalatkan janazah, beliau salam sehingga terdengar oleh orang-orang sekitarnya| SUNAN KUBRO Baihaqi Juz 4 Hal 44 No: 6783

[21] Salam dengan pelan

Mujahid berkata:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ : أَنَّهُ كَانَ يُسَلِّمُ فِى الْجَنَازَةِ تَسْلِيمَةً خَفِيَّةً.

  • Abdullah bin Abbas salam di waktu shalat janazah dengan satu kali salam yang pelan| SUNAN KUBRO Baihaqi Juz 4 Hal 43 No: 6781

[22] Menyalatkan bayi dengan mendoakan kedua orang tuanya;

Kata Mugiroh bin Syu’bah r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda:

وَالسِّقْطُ يُصَلَّى عَلَيْهِ وَيُدْعَى لِوَالِدَيْهِ بِالْمَغْفِرَةِ وَالرَّحْمَةِ

  • Anak kecil, dishalatkan dan didoakan orang tuanya, agar mendapatkan ampunandan rahmat | SUNAN ABU DAUD Juz 8 Hal 4622766

[23] Bayi baru dishalatkan apabila dia sudah menangis dan berteriak;

Kata Jabir bin Abdillah r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda:

الطِّفْلُ لَا يُصَلَّى عَلَيْهِ وَلَا يَرِثُ وَلَا يُورَثُ حَتَّى يَسْتَهِلَّ

  • Bayi itu tidak dishalatkan, tidak mewarisi dan tidak diwarisi, terkecuali kalau sudah menangis dan berteriak | SUNAN TIRMIDZI Juz 4 Hal 172 No 953

[24] Cara mengatur barisan shalat janazah;

أَنَّ أَبَا طَلْحَةَ دَعَا رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِلَى عُمَيْرِ بْنِ أَبِى طَلْحَةَ حِينَ تُوُفِّىَ فَأَتَاهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَصَلَّى عَلَيْهِ فِى مَنْزِلِهِمْ فَتَقَدَّمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَكَانَ أَبُو طَلْحَةَ وَرَاءَهُ وَأُمُّ سُلَيْمٍ وَرَاءَ أَبِى طَلْحَةَ وَلَمْ يَكُنْ مَعَهُمْ غَيْرُهُمُ.

  • Sesungguhnya Abu Tolhah mengundang Rasulullah ketika Umar bin Abi Tolhah wafat. Lalu Rasulullah s.a.w. mendatanginya, kemudian menyalatkannya di rumah mereka. Rasulullah s.a.w. maju ke depan. Abu Tolhah di belakangnya. Dan Ummu Sulaim di belakang Abu Tolhah. Tidak ada orang lagi selian mereka. | SUNAN BAIHAQI KUBRO juz 4 hal 30 no 6699

[25] Yang paling berhak menjadi imam;

Abu Hazim berkata:

إِنِّي لَشَاهِدٌ يَوْمَ مَاتَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ فَرَأَيْتُ الْحُسَيْنَ بْنَ عَلِيٍّ يَقُولُ لِسَعِيدِ بْنِ الْعَاصِ وَيَطْعَنُ فِي عُنُقِهِ وَيَقُولُ: تَقَدَّمْ فَلَوْلَا أَنَّهَا سُنَّةٌ مَا قَدَّمْتُكَ وَكَانَ بَيْنَهُمْ شَيْءٌ،

  • Sesungguhnya aku menyaksikan hari kematian Hasan bin Ali (cucu Rasulullah s.a.w.). Lalu aku melihat Husain bin Ali mengatakan kepada Sa’id bin Ash, sambil menusuk tengkuknya (dengan jari): “Majulah kamu. Seandainya ini bukan sunnah, tentu aku tidak akan menyuruh kamu maju. Sementara antara mereka ada perselisihan. | MUSTADROK IMAM HAKIM Juz 3 hal 187 no: 4799

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *